LombokPost-Prospek bisnis produk turunan kelapa terbilang cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Di NTB sendiri, berdasarkan data tahun 2022, luas areal tanaman kelapa mencapai hampir 50 ribu hektare.
Seiring berkembangnya pasar dan teknologi, kelapa tidak hanya diproduksi menjadi kopra atau minyak kelapa.
Permintaan pasar terkait produk turunan kelapa ini terus bertambah. Di antaranya, virgin coconut oil (VCO), tepung kelapa, arang, dan lainnya.
Selain turunan tersebut, rupanya masih ada potensi pasar lainnya untuk produk turunan kelapa yang bisa dikembangkan.
Yakni produk cocopeat dan cocochip. Cocopeat merupakan produk turunan berupa serbuk kelapa. Sedangkan cocochip merupakan sabut kelapa yang digunakan untuk bahan baku media tanam.
”Potensi pasar baru ini kami temukan saat studi tiru ke Jawa Barat belum lama ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti.
Dibeberkannya, saat itu dirinya mengunjungi Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK) Pangandaran.
Awalnya merupakan sebuah komunitas pemuda desa yang hanya menjual kelapa secara berkelompok.
Kemudian berkembang menjadi koperasi yang memiliki sejumlah program unggulan.
”Seperti revitalisasi kebun kelapa, peremajaan pohon kelapa, pengolahan kelapa terpadu, serta korporasi petani,” sambungnya.
Baca Juga: Menjelang Pemilu, Polsek Selaparang Pastikan Situasi di Monjok dan Taliwang Kondusif
Kata Nelly, saat itu dirinya bertemu dengan salah seorang eksportir kelapa bernama Yohan. Kelapa yang diekspor Yohan ini sudah dalam bentuk cocopeat dan cocochip.
Kedua produk turunan kelapa ini telah diekspor ke sejumlah negara.
”Pak Yohan ini juga sekaligus agregator bagi pelaku usaha dari masyarakat setempat yang sering melakukan ekspor ke berbagai negara,” jelasnya.
Dirinya berharap, kedua produk turunan ini bisa dihasilkan di NTB. Para pelaku usaha kelapa maupun sabut kelapa di NTB ke depannya didorong juga bisa mengolah kelapa menjadi produk cocopeat dan cocochip.
”Sehingga dapat dipasarkan bersama, sekaligus bisa menemukan pasar yang baru,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida