LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di daerah bisa mengembangkan produk unggulan potensial.
"Melalui proses identifikasi, konfirmasi dan analisis dengan pendekatan metode AHP, Borda dan Bayes diperoleh 10 komoditas/ produk/jenis usaha (KPJU) unggulan lintas sektoral di setiap kabupaten/kota yang diteliti," kata Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap.
Kabupaten Bima ada bawang merah, ikan bandeng, toko sembako, padi, tenun, sapi pedaging, warung makan (campur), kue tradisional, jagung, rumput laut.
Kabupaten Dompu memiliki jagung, padi, ikan bandeng, kue tradisional, sapi pedaging, penjualan hasil pertanian, toko kelontong, batu bata, udang vaname, dan olahan ikan.
Kabupaten Lombok Barat ada padi, jagung, gula aren, ikan nila, toko kelontong, cabai rawit, warung pecel, kerajinan gerabah, warung makan (campur), ikan tongkol.
Kabupaten Lombok Tengah memiliki KPJU unggulan berupa padi, kerajinan ketak, melon, tenun, sarang burung walet, warung makan (campur), mebel, tembakau, toko kelontong, penjualan hasil pertanian.
Kabupaten Lombok Timur ada tembakau, kerajinan tangan, tenun, padi, penjualan hasil pertanian, lobster, pengolahan tembakau, konveksi/pakaian jadi, cabai rawit dan kue khas/tradisional.
Di Lombok Utara ada kelapa, kopi bubuk, padi, kopi, reparasi/bengkel motor, ikan tongkol, jagung, jambu mete, ikan nila, cumi-cumi.
Kabupaten Sumbawa ada padi, jagung, rumput laut, udang, sapi pedaging, olahan rumput laut, tanaman jati, kacang kedelai, bawang merah, ikan bandeng.
Sementara itu, Kabupaten Sumbawa Barat ada padi, jagung, udang, kue tradisional, rumput laut, batu bata, batako, kue kering, kelapa dan mebel.
Kota Bima ada jagung, tenun, toko bangunan, warung makan (campur), padi, konveksi, warung bakso dan mie ayam, toko sembako, warung lalapan, toko pakaian.
KPJU unggulan yang bisa dikembangkan Kota Mataram seperti kerajinan mutiara, penjualan hasil pertanian, penjualan hasil perikanan, kerajinan cukli, warung makan (campur), toko kelontong, RM. taliwang, warung lalapan, warung bakso, bank perkreditan rakyat.
Berry menjelaskan, UMKM dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM RI, pada tahun 2019, jumlah UMKM di Indonesia tercatat 65,46 juta unit atau 99,9 persen dari total unit usaha.
Sektor UMKM pada tahun 2019 menyerap 119,56 juta tenaga kerja atau 96,92 persen dari total angkatan kerja yang bekerja.
"Kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB pada tahun 2019 cukup signifikan yakni sebesar 60,51 persen dari total PDB," ujarnya.
Bank Indonesia memiliki strategi pengembangan UMKM yang diarahkan untuk mendorong mereka agar mampu meningkatkan kelayakan dan kapabilitasnya.
Upaya yang dilakukan melalui peningkatan kapasitas UMKM, peningkatan akses keuangan, meminimalisir kesenjangan informasi, dan peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan stakeholders.
“Untuk itu, Bank Indonesia sudah sejak lama mengembangkan penelitian Baseline Economic Survei (BLS) yang berupaya mengidentifikasi berbagai peluang investasi berupa informasi potensi ekonomi daerah,” katanya.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengembangan potensi ekonomi daerah ditujukan untuk memberikan informasi kepada stakeholders mengenai KPJU yang potensial yang menjadi unggulan daerah untuk dikembangkan.
"Penelitian BLS difokuskan terhadap UMKM yang merupakan pelaku ekonomi mayoritas di daerah," ujarnya. (nur)
Editor : Kimda Farida