LombokPost-Sudah tiga tahun lamanya, Junaidi menekuni usaha jualan tahu tek di dekat Monumen Tembolak bypass Kota Mataram.
Omzet penjualan usaha tersebut diakui pria asal Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat ini cukup bagus.
Dalam sehari bisa mencapai Rp 800 ribu pada saat ramai pembeli.
Sedangkan ketika sepi, omzetnya sekitar Rp 500-600 ribu per hari.
”Omzetnya lumayan bagus,” ujarnya.
Dikatakannya, lokasi dekat Monumen Tembolak cukup strategis. Hal itu lantaran kawasan tersebut kerap dijadikan tempat rekreasi dan nongkrong masyarakat.
Terutama anak muda, baik itu pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.
”Biasanya kalau masa kuliah telah aktif, pembeli lebih ramai karena Tembolak jadi tujuan rekreasi atau tempat nongkrong mereka,” jelas pria 47 tahun itu.
Namun kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini diakui Junaidi berpengaruh pada pemasukan. Apalagi ketika terjadi hujan lebat di lokasinya berjualan.
Itu membuat dagangannya sepi pembeli.
Hal itu tentu berimbas pada pendapatannya. Sebab terkadang, jumlah pembeli yang datang bisa dihitung jari.
Selain itu, kini sudah banyak pesaing yang bermunculan di kawasan tersebut.
”Kadang hanya balik modal, sempat pernah merugi,” bebernya.
Saat ini, para mahasiswa sedang dalam masa libur kuliah.
Hal ini juga semakin membuat pembeli tahu tek di sana semakin sepi.
Meski begitu, Junaidi mengaku tidak berhenti berjualan karena persoalan- persoalan tersebut.
”Semoga cuaca kembali cerah, mahasiswa kembali masuk kuliah, sehingga pembeli kembali ramai dan pendapatan bisa kembali stabil,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida