Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasar Seni Sayang-Sayang Perlahan Menggeliat, Pengelola Minta Kolaborasi dengan Agen Perjalanan

Galih Mega Putra S • Kamis, 14 Maret 2024 | 13:53 WIB
MULAI MENGGELIAT: Pengunjung melihat produk-produk yang ada di salah satu toko UMKM di Pasar Seni Sayang-Sayang, pekan lalu.(FERIAL/LOMBOK POST)
MULAI MENGGELIAT: Pengunjung melihat produk-produk yang ada di salah satu toko UMKM di Pasar Seni Sayang-Sayang, pekan lalu.(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Di penghujung 2023 lalu, aktivitas bisnis di Pasar Seni Sayang-Sayang Kota Mataram mulai menggeliat.

Wisatawan mulai berdatangan mencari kerajinan cukli, suvenir, hingga mebeler.

”Suvenir yang cukup banyak dicari seperti tempat tisu, mangkok, dan lainnya,” ujar Humas Pasar Seni Sayang-Sayang H Ahmad Zulkarnaen.

Dikatakannya, untuk pengunjung khususnya dari mancanegara saat ini sedang mengalami peningkatan secara bertahap.

Untuk pengunjung mancanegara, kata dia, Pasar Seni membutuhkan kolaborasi dengan travel agent (agen perjalanan).

”Karena ujung tombak kita itu travel agent,” sambungnya.

Sebab itu pihaknya mengajak semua stakeholder terkait melakukan jemput bola untuk meramaikan kembali pasar seni ini.

Terlebih Pemerintah Kota Mataram tengah menyiapkan ruang dan memberikan wadah UMKM Pasar Seni ikut dalam pameran.

Selain itu, pihaknya juga berharap pada pemerintah juga membawa wisatawan kapal pesiar yang singgah di Gili Mas ke Pasar Seni Sayang-Sayang.

Sebelumnya, kata Ahmad wiatawan kapal pesiar tersebut pernah sekali dibawa berkunjung ke Pasar Seni.

”Makanya banyak harapan kami nanti, mungkin kita berkoordinasi dengan dinas terkait untuk bisa mendatangkan tamu dari kapal pesiar untuk berkunjung ke pasar seni ini,” harapnya.

Dirinya percaya, jika wisatawan kapal pesiar dibawa ke pasar seni, maka kondisinya akan kembali membaik.

Termasuk sejumlah etalase di Pasar Seni yang tutup, diyakini akan buka kembali nantinya lantaran banyaknya potensi pembeli.

”Setiap hari ada saja kunjungan, banyakan yang lokal kalau saat ini, kadang ada turis,” bebernya.

Berbicara soal omzet, Ahmad mengaku ada sedikit kenaikan di 2023 lalu.

Meski tidak banyak, namun hal tersebut tentu memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di Pasar Seni Sayang-Sayang.

”Kenaikannya sekitar 20 persen,” ucapnya.

Ditambahkan Ahmad, pihaknya berharap kolaborasi dengan sejumlah stakeholder bisa menambah pendapatan pelaku UMKM pasar seni secara signifikan.

Pihaknya tetap optimis Pasar Seni Sayang-Sayang ini tetap hidup ke depannya.

”Besok baru kita tahu perkembangannya, karena kita tahu Juni-Agustus ke atas itu banyak wisatawan asing, khususnya Eropa datang berlibur,” terangnya.

Berbicara soal produk, jenisnya ada beragam. Harga jualnya dimulai dari Rp 10 ribu, berupa mainan tradisional anak-anak.

Sedangkan produk paling mahal berupa meubeler di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. (fer/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #pasar seni #Souvenir