Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBPOM Mataram Imbau Warga Tidak Sembarangan Beli Takjil

Galih Mega Putra S • Senin, 18 Maret 2024 | 14:30 WIB
PILIH-PILIH: Sejumlah warga tengah membeli kuliner untuk persiapan buka puasa di Pasar Ramadan Pagutan Permai, Sabtu (16/3).(FERIAL/LOMBOK POST)
PILIH-PILIH: Sejumlah warga tengah membeli kuliner untuk persiapan buka puasa di Pasar Ramadan Pagutan Permai, Sabtu (16/3).(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost--Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengimbau masyarakat NTB memperhatikan keamanan takjil maupun kuliner lainnya yang dibeli selama Ramadan.

Mulai dari proses baku hingga penyajiannya saat dijual pedagangnya.

”Takjil ini memang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Ramadan,” ujar Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan.

Dikatakannya, pangan aman itu tidak hanya bebas dari bahan berbahaya.

Tapi juga aman ketika dijual di area terbuka, seperti di pinggir jalan.

Seperti aman dari debu dan asap kendaraan bermotor.

”Asap kendaraan bermotor itu ada timbalnya, nempel di makanan dan dimakan oleh kita, itu juga berbahaya,” sambungnya.

Dirinya mengimbau masyarakat agar membeli makanan yang disajikan dalam keadaan tertutup.

Selain itu, dirinya juga menilai penting menyampaikan pada penjual mengenai penyajian tepat makanan dan minuman yang djual.

”Budaya-budaya ini harus kita sampaikan ke penjual, karena kalau itu kita konsumsi bisa menyebabkan dampak bahaya juga buat tubuh,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini masih banyak ditemukan kerupuk nasi yang mengandung boraks.

Tentu ini menjadi tugas bersama untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ketika permintaan masyarakat terhadap kerupuk nasi ini tinggi, maka akan banyak disuplai. Apalagi sebagian besar masyarakat menyukai kerupuk nasi.

Ketika ini mengandung boraks, tentu harus diatasi bersama.

”Kenapa kerupuk boraks itu masih banyak diminati, karena seringkali dampaknya tidak langsung dirasakan, tetapi percayalah mutu kesehatan kita akan menurun nantinya,” terangnya.

”Kalau terasi dulu banyak kita temukan rhodamine, sekarang sudah berkurang. Mie basah juga masih rawan tapi formalinnya sudah kurang. Makanya saya berharap konsumen ini untuk memilih makanan yang aman , bermutu dan bergizi,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#BPOM #ramadan #Takjil