Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dibuat Secara Manual, Produk Tas Anyaman Desa Lantan Mulai Diminati

Galih Mega Putra S • Rabu, 20 Maret 2024 | 13:40 WIB
PRODUKSI BERSAMA: Sejumlah IRT anggota KUWE Tojang Desa Lantan tengah memproduksi tas anyaman dari plastik, belum lama ini.(FERIAL/LOMBOK POST)
PRODUKSI BERSAMA: Sejumlah IRT anggota KUWE Tojang Desa Lantan tengah memproduksi tas anyaman dari plastik, belum lama ini.(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah dilatih membuat tas anyaman berbahan plastik selama tiga hari oleh mahasiswa KKN, tahun lalu.

Setelah bisa, para IRT ini kemudian memutuskan membentuk kelompok usaha.

”Sejak September tahun kemarin, Alhamdulillah sudah banyak hasilnya,” ujar salah satu anggota Kelompok Usaha Wanita Endut (KUWE) Tojang, Erina.

Saat mulai memasarkan produk tas anyaman tersebut, ternyata mendapatkan respons positif dari pembeli.

Perlahan tapi pasti, pembeli terus berdatangan membeli tas-tas buatan KUWE Tojang ini.

”Kami jual di Desa Lantan ini, kemudian ada pesanan dari Desa Aik Bukak, Selojan, hingga Karang Sidemen,” sambungnya.

Peminat tas ini menurut Erina, cukup banyak.

Pesanan yang masuk ke kelompok mereka bervariasi.

Ada yang enam biji, 20 biji, hingga 100 biji.

Hanya saja, kelompoknya masih belum kuat untuk memproduksi dalam jumlah besar lantaran dilakukan secara manual.

”Ada yang bawa ke Sumbawa untuk dijual, bahkan ada yang minta 1.000 biji tapi kami belum kuat untuk buat sebanyak itu,” jelasnya.

Saat ini KUWE Tojang baru beranggotakan 15 orang IRT.

Dalam sehari, satu orang bisa membuat hingga lima biji tas.

Ukuran yang dibuat juga beragam.

Ada yang ukuran S untuk yang terkecil hingga XL yang terbesar.

”Paling banyak dipesan ukuran S karena akan dijual lagi ke pasar,” bebernya.

Tiap tas yang dibuat dijual dengan harga beragam.

Mulai dari Rp 10 ribu untuk ukuran S.

Sedangkan ukuran M dijual Rp 15 ribu, L Rp 20 ribu dan XL Rp 25 ribu.

”Dalam sebulan itu kita bisa jual paling sedikit 30 tas dengan ukuran bervariasi,” katanya.

Tas yang diproduksi KUWE Tojang ini cukup diminati lantaran digunakan untuk membawa barang belanjaan di pasar.

Selain itu, harga jualnya terbilang murah-meriah.

”Usaha ini masih kita kembangkan untuk mengisi waktu luang sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” terangnya.

”Omzet kami belum besar saat ini, tapi ke depan mungkin akan bertambah, tergantung minat pasar,” tandasnya. (fer/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #irt #anyaman