LombokPost--UMKM Ombak Food asal Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah ini mulai berdiri pada 2016 lalu.
Memiliki beragam produk menarik, salah satunya yang paling populer adalah stik pelecing kangkung.
Owner UMKM Ombak Food Yosi Eka Kurniawati mengatakan, produk stik pelecing kangkung tercetus ketika dirinya menyantap kuliner khas Lombok tersebut.
Dirinya berpikir untuk mencoba berinovasi menciptakan produk dari pelecing kangkung.
”Waktu itu saya makan pelecing kangkung, tiba tiba terbesit ini kayaknya dibuat cemilan bakal bagus sekali. Akhirnya saya coba terus dan terus sampai saya menemukan formula yang pas dan akhirnya dipatenkan,” bebernya.
Memulai usahanya, Yosi benar-benar harus menjalani ujian yang cukup berat.
Sebab pada 2018, NTB khususnya Lombok dilanda musibah gempa bumi.
Meski begitu dirinya tidak menyerah begitu saja.
Kondisi semakin diperparah dengan datangnya Pandemi Covid-19. Saat itu, pangsa pasarnya benar-benar jatuh.
Meski begitu, Yosi memutuskan untuk tetap memasarkan produk stik pelecing kangkungnya.
”Karena pelecing kangkung kan sudah familiar di masyarakat, ternyata banyak orang yang penasaran sama produk ini. Bagi yang tidak suka makan sayur bisa memakan itu,” sambungnya.
Produk ini dipasarkan Yosi melalui media sosial Ombak Food dan grup WhatsApp.
Kini, stik pelecing kangkung ini sudah dipasarkan di NTB Mall, BIZAM, Galeri Industri Disperin NTB, dan beberapa toko oleh-oleh lainnya.
”Pesanan ke luar daerah ada beberapa kali dan kami juga memiliki reseller di luar seperti di Jawa,” bebernya.
Produk stik kangkung ini juga biasanya dibawa sebagai oleh-oleh ke luar negeri.
Sebab pihaknya bekerja sama dengan Pokdarwis Desa Wisata Bonjeruk.
Wisatawan asing yang datang berkunjung biasanya akan membeli setelah mencoba tester produk ini.
”Mereka beli untuk dibawa pulang ke negara, ada yang dari Belanda, Jerman, Inggris dan lainya,” bebernya.
Produk pelecing kangkung ini cukup digemari wisatawan asing lantaran rasanya yang pas di lidah mereka.
Rasanya yang tidak begitu pedas bisa diterima wisatawan asing, yang biasanya tidak menyukai makanan pedas.
”Modal awalnya bikin stik pelecing kangkung ini cuma Rp 200 ribu,” katanya.
Di modal ratusan ribu, Yosi kini memiliki omzet Rp 3 juta per bulannya untuk produk stik pelecing kangkung tersebut.
Jika ditambah produk Omabk Food lainnya, omzet Yosi bisa mencapai Rp 15 juta per bulan.
”Saya memiliki beberapa produk lainnya, seperti jaje ragi, stik daun kelor, stik duri ikan, stik buah naga dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Per kemasan stik pelecing kangkung ini, kata Yosi dijual seharga Rp 20 ribu.
Dalam sebulan, dirinya berproduksi hingga dua kali, dengan kuantitas produk sebanyak 200 pieces sekali produksi.
”Warga yang saya libatkan dalam pengerjaan produk ini ada empat orang. Dua orang yang rutin, dan dua lagi ketika permintaan banyak,” terangnya.
”Untuk bahan baku saya bekerja sama dengan masyarakat sekitar,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida