Nilai Ekspor Non Tambang NTB Naik USD 1,45 Juta

Galih Mega Putra S • Dipublikasikan Selasa, 23 April 2024 | 17:55 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah perhiasan mutiara Lombok yang ada pada etalase di NTB Mall. Mutiara menjadi salah satu komoditas non tambang yang diekspor ke sejumlah negara.
ILUSTRASI: Sejumlah perhiasan mutiara Lombok yang ada pada etalase di NTB Mall. Mutiara menjadi salah satu komoditas non tambang yang diekspor ke sejumlah negara.

LombokPost-Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis perkembangan ekspor NTB selama Maret 2024.

Secara total, ekspor NTB mengalami penurunan 31, 56 persen dibandingkan Februari lalu.

”Secara total, nilai ekspor kita itu USD 157.890.000,” ujar Kepala BPS NTB Wahyudin, Senin (22/4).

Dijelaskannya, komoditas unggulan ekspor NTB masih berupa barang tambang non migas.

Jumlahnya mencapai 98,57 persen dari total ekspor secara keseluruhan.

”Nilainya USD 155.627.663,” sambungnya.

Ekspor NTB ini ditujukan ke Jepang sebesar USD 78,11 juta. Disusul Korea Selatan USD 39,35 juta, China USD 38,72 juta, AS USD 803.640, dan Puerto Rico USD 345.840.

”Ke negara lain hanya mencapai 0,34 persen atau senilai USD 538.339 dari total ekspor,” bebernya.

Meski nilai ekspor tambang mengalami penurunan, ekspor non tambang secara bulanan justru mengalami kenaikan signifikan.

Total ekspor non tambang pada Maret 2024 sebesar USD 2,26 juta. Jumlah ini naik 177,99 persen dibandingkan Februari sebesar USD 800.447.

”Naiknya cukup signifikan, meski secara tahunan (year on year) masih mengalami penurunan,” terangnya.

Rincian ekspor non tambang di antaranya, kelompok komoditas ikan dan udang USD 1.148.283. Komoditas ini berupa udang putih dan lobster batu yang diekspor ke AS, Puerto Rico, Perancis, Malaysia, dan Singapura. ”Dimuat melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan BIZAM,” kata Wahyudin.

Kemudian disusul kelompok komoditas perhiasan/permata USD 446.086.

Komoditas ini berupa mutiara budi daya yang belum diolah.

Negara tujuannya yakni Jepang, Hongkong, AS, dan Vietnam. Dikirim melalui bandara Soetta, dan Ngurah Rai Bali.

Kelompok komoditas berikutnya adalah garam belerang dan kapur sebesar USD 312.775. Komoditas yang dikirim bukanlah garam, tetapi batu apung. Negara tujuannya yakni China, Vietnam, Korea Selatan, Pakistan, dan Singapura.

Sementara konoditas bahan kimia organik sebesar USD 209.042 dan buah-buahan manggis USD 51.797. Kedua kelompok komoditas ini dikirim ke India, Italia, dan China melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan BIZAM. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
BPS ekspor NTB