LombokPost-Peluang bisnis kue kering cukup menjanjikan. Omzet penjualannya bisa mencapai jutaan rupiah per hari.
Hal itu lantaran peminatnya sangat banyak.
Hal ini yang mendorong Dwi Ermayanti, warga asal Gangga menekuni usaha tersebut. Dwi mulai membangun bisnisnya sejak 2009 lalu. Usahanya itu dinamai UD Queen Genggelang yang berlokasi di pertokoan Gondang.
”Saya mulai usahanya itu dari online,” ujarnya.
Selain berjualan online, Dwi juga memasarkan produknya di tiap bazar UMKM. Menjalani usaha ini tentunya tidak semudah yang terlihat saat ini.
Ada banyak rintangan yang dihadapi selama membangun bisnisnya tersebut.
”Awalnya saya menjual kue dari tahun 2009, selain online saya jualan di tiap tiap bazar UKM, saya saat itu belum ada tempat usaha seperti sekarang ini,” tuturnya.
Di awal berjualan, produknya belum mendapatkan banyak konsumen dan pelanggan.
Jumlah yang terjual diakuinya sangat sedikit. Meski begitu, dirinya tidak berputus asa.
Dirinya menambah strategi penjualan dengan langsung memasarkan ke kantor-kantor di mana kenalannya bekerja.
”Waktu itu, banyak kue yang tidak terjual habis, tapi kami tidak patah semangat,” sambungnya.
Ada berbagai jenis kue kering maupun basah yang dijajakan. Di antaranya seperti kue putu ayu, sus buah, pie susu, lapis, brownis, martabak, risoles, lemper, nona manis, aneka puding, aneka dessert box, dan banyak jenis lainya.
Baca Juga: Air Pandanduri Bisa Penuhi Kebutuhan MT3
”Harganya yang kita tawarkan bervariasi, mulai dari Rp 1.000-Rp 3.000, ada juga yang Rp 15.000, itu tergantung jenisnya” bebernya.
Seiring berjalannya waktu, produk jualan Dwi mulai banyak diminati. Hal itu tentunya membuat omzetnya mengalami peningkatan.
Saat ini, omzet jualannya di hari biasa mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari. Omzet ini akan melonjak hingga tiga kali lipat ketika memasuki bulan Ramadan, mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per hari.
”Perbedaannya jauh lebih meningkat pada bulan Ramadan dibandingkan dengan hari biasa, malah mencapai tiga kali lipat dari penghasilan hari biasa,” bebernya.
Kata Dwi, dirinya sudah berjualan kue di toko di Gondang selama 7 bulan ini, setelah sebelumnya berjualan secara online. Meski sudah berjualan di toko, dirinya tetap melayani pemesanan secara online.
”Alhamdulillah sekarang sudah ada tempat untuk berjualan,” katanya.
Dirinya berharap, ke depan usaha kuenya bisa berkembang lebih besar lagi. Dirinya juga berharap bisa membuka cabang di daerah lainnya di NTB nantinya. ”Semoga usaha saya saat ini semakin lancar,” tandas perempuan berhijab tersebut. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida