LombokPost-Belasan pelaku UMKM asal Kecamatan Cakranegara mengikuti Sosialisasi Rancangan UMKM Cakranegara Go International di Aula Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pekan lalu.
Sosialisasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus produk UMKM-UMKM tersebut.
Sehingga ke depannya, bisa berkembang ke pangsa pasar yang lebih luas hingga luar negeri.
Kepala UPTD Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD) Disdag NTB Lalu Afghan Muharor mengatakan, peran UMKM sebagai bagian penting dari terwujudnya kesejahteraan masyarakat kecil.
Peningkatan pembinaan UMKM lokal di tingkat kelurahan, dinilai dapat menjembatani beberapa hal.
Di antaranya seperti usaha kecil atau rumahan, kreasi ibu PKK, hasil kreativitas kader posyandu, maupun kelompok usaha lain yang sudah ada.
Dikatakannya, UPTD BP3UD berperan menjadi fasilitator promosi dan pemasaran produk daerah.
Hal ini dilakukan untuk mendorong lahirnya produk-produk yang bisa dipasarkan secara luas, baik nasional maupun internasional.
”UPTD BP3UD berfungsi sebagai fasilitator promosi dan pemasaran produk unggulan daerah bersama pemerintah kabupaten/kota, untuk mendorong lahirnya produk-produk yang dipasarkan secara nasional maupun internasional,” jelasnya.
Hal tersebut dapat dicapai melalui empat parameter. Di antaranya, kemasan, kualitas, legalitas berupa NIB, PIRT dan HALAL, serta kontinyuitas.
Hal tersebut sebagai bentuk beberapa persyaratan atau kriteria untuk masuk dan melakukan promosi melalui NTB Mall.
”Khususnya ke kancah internasional seperti Australia dan New Zealand,” sambungnya.
Dibeberkannya, beberapa UMKM yang menjadi peserta sosialisasi masih belum memiliki izin. Untuk itu, pihaknya mendorong agar UMKM-UMKM tersebut segera mengurus perizinan tersebut. Sehingga ke depannya, bisa dipromosikan dan dipasarkan hingga luar negeri.
”UMKM dari Kelurahan Karang Taliwang yang menjadi best seller di NTB Mall yaitu UD LISTA dengan Produk Keripik Pelecing Kangkung,” bebernya.
Lebih lanjut dijelaskannya, sosialisasi UMKM tersebut bertujuan agar para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas hasil produksinya. Sehingga nantinya mampu bersaing dalam bidang perdagangan sesuai standar atau syarat yang ditetapkan.
Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi-regulasi.
”Serta memperkenalkan beberapa jenis media pemasaran khususnya pemasaran melalui media digital (e-commerce),” terangnya.
Di samping itu, sosialisasi tersebut juga dilakukan guna mengatasi hambatan-hambatan yang sering muncul.
Seperti kurangnya informasi, kurangnya modal yang dimiliki, produksi UMKM yang terbatas serta kurangnya tenaga profesional dalam pembinaan. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida