Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Transaksi Womenpreneur Day di LEM Tembus Rp 11 Miliar Lebih

Galih Mega Putra S • Senin, 27 Mei 2024 | 11:58 WIB
OPENING KEGIATAN: Suasana opening kegiatan Womanpreneur Day Lombok Womanpreneur Club (LWC) di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (25/5).(Ferial/Lombok Post)
OPENING KEGIATAN: Suasana opening kegiatan Womanpreneur Day Lombok Womanpreneur Club (LWC) di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (25/5).(Ferial/Lombok Post)

LombokPost-Kegiatan Womenpreneur Day, yang digelar Lombok Womenpreneur Club (LWC) di atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM) berjalan semarak.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (25-26/5) diisi berbagai kegiatan menarik terkait bisnis dan lainnya.

Untuk kegiatan ini, LWC berkolaborasi dengan Bank Indonesia NTB.

Menghadirkan puluhan stan UMKM berbagai produk NTB di bawah naungan LWC, dengan transaksi cashless (Qris,Red).

Selama dua hari kegiatan ini, jumlah transaksi yang tercatat sebesar Rp 11 miliar lebih.

Kegiatan Womanpreneur Day hari pertama dibuka langsung Pj Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi.

Sedangkan hari kedua, dibuka oleh Karo Ekonomi Setda KLU H Wirajaya Kusuma.

Pada hari pertama, Womanpreneur Day menghadirkan sejumlah kegiatan menarik.

Di antaranya lelang produk UMKM NTB oleh KPKNL.

Selain itu, ada juga bussiness matching dengan BSI, inspiring talkshow berupa pemaparan materi from small bussiness to global market.

Selain itu ada juga penampilan tari Baralla dan Sajojo oleh siswa PHIP, Kelas Bobocil x Sweet Carving Donut, make up class with Wardah, talkshow dan fashion show the Clinic, dan lainnya.

Sedangkan di hari kedua, juga menampilkan kegiatan yang tidak kalah menarik.

Di antaranya, kegiatan masak dan bagi sampling produk bersama brand Yomas, lomba mewarnai, menampilkan tarian siswa Apple Tree.

Selain itu ada edukasi kebanksentralan Qris dan CBP Rupiah, bussiness talk with Oya Miranti dengan tema tampil percaya dengan Wow color, kick off Qris Infaq Pendidikan provinsi NTB, Penandatanganan MoU antara klaster telur Jago Lombok Utara dan PT Matahari Putra Prima (Hypermart), penyerahan simbolis pembiayaan dari Bank Mandiri ke klaster telur Jago, edukasi Ekonomi Syariah, dan kajian ummi Pipik.

"Dengan Womenpreneur Day ini, kami berharap produk UKM tidak saja berupa barang jadi, namun mulai membuat produk bahan untuk olahan makanan," ujar Pj Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi.

Dikatakannya, Dekranasda NTB tidak tinggal diam dan terus menjalin kerja sama dalam pengembangan UMKM.

Dirinya melihat peluang seperti kerajinan kulit di Tanggulangin Solo Jawa Tengah yang bisa dikembangkan di NTB.

"Kerajinan tersebut dapat menghasilkan produk sepatu murah untuk kebutuhan anak sekolah," ujarnya.

Bunda Lale mengatakan, banyak produk NTB yang diminati oleh orang luar NTB.

Seperti yang terlihat di galeri NTB Mall di Surabaya, terasi dan gula merah paling banyak disukai.

Dirinya juga mengapresiasi inovasi dan ide LWC dalam pemberdayaan UMKM dan perempuan pengusaha NTB. Selain itu juga mendorong agar pelaku usaha NTB mulai dilirik.

"Kami juga sudah menjajaki peluang pasar dan kerja sama untuk pelatihan penyamakan kulit. Kita juga menjajaki pembukaan galeri di Malang dan berharap NTB memiliki creative center seperti di Malang Jatim," tandasnya.

Founder LWC Indah Purwanti mengatakan, perayaan tahun kelima LWC ini sekaligus untuk merayakan kemerdekaan perempuan dalam berbagai perannya. T

erutama dalam kegiatan berwirausaha.

LWC sendiri memiliki program harian (Jejualan), program bulanan (Women Talk dan Kajian) serta program tahunan Womenpreneur Day dan Gathering.

Tahun ini dirangkaikan dengan Road to Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia, sebuah kompetisi di bidang inovasi ekonomi syariah.

"Semua anggota LWC terus mengasah ilmu, jejaring dan menjadi pengusaha yang sukses", ujarnya.

Indah menambahkan, selama dua tahun terakhir expo Womanpreneur Day digelar dengan transaksi non tunai (Qris,Red) yang mencatatkan transaksi cukup baik.

Bahkan sebelum pra-event tahun ini, sudah mencatat 58 ribu volume transaksi dari 70 booth yang ada.

Lebih lanjut dikatakannya, jumlah pengunjung kegiatan ini mencapai 13 ribu.

Omzet bazar UMKM mencapai Rp 698 juta dari 56 UMKM peserta. Sedangkan volume transaksi pembiayaan BSI mencapai Rp 10,4 miliar.

"Ini jumlah transaksi yang tercatat di hari pertama, untuk hari kedua masih dalam proses," pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Bank Indonesia NTB Winda Putri Listya menerangkan, momentum ekonomi keuangan syariah Indonesia di peringkat dua global terus meningkat.

Mulai dari pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 15,8 persen sampai Islamic Social Finance yang terus berkembang.

"Salah satu program inovasi Pemprov, Mawar Emas yang memberikan pinjaman syariah melalui pengurus masjid, tingkat kegagalan pengembaliannya nol persen", sebutnya.

Program BI berupa ekosistem halal, sertifikasi halal dan lifestyle halal, masih mengalami tantangan terkait bahan baku halal, proses produksi dan literasi ekonomi syariah.

Untuk itu, NTB yang memiliki potensi besar dengan wisata ramah muslim di bidang pariwisata, komunitas jamaah masjid sebanyak 5.663 komunitas serta demografi penduduk yang mayoritas berpeluang dalam pertumbuhan ekonomi syariah.

"Semoga anggota LWC dapat meneladani Siti Khadijah dalam kiprahnya sebagai pengusaha wanita dengan sistem dan manajemen yang mampu menguasai jazirah Arab pada zamannya," tutupnya. (fer)

Editor : Marthadi
#LEM #Womenpreneur Day #transaksi #NTB #LWC