LombokPost-Dalam Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2024, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Lombok Womanpreneur Club (LWC) mengadakan Lombok Womenpreneurdays Vol 5 di Atrium Lombok Epicentrum Mall selama 25-26 Mei 2024.
Event ini sebagai salah satu penguatan perekonomian syariah di Provinsi NTB.
”Bisnis dan ekonomi syariah sudah diberikan contoh oleh Siti Khadijah, istri Rasulullah SAW pada saat itu dengan sudah adanya sistem bagi hasil,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Winda Putri Listya.
Ia mengatakan ini bisa menjadi contoh bagi pengusaha perempuan NTB mengikuti perjalanan contoh bisnis dari Khadijah.
Apalagi konsep marketing juga sudah diterapkan saat itu dalam menjalankan semua bisnis Siti Khadijah di Arab Saudi.
Sehingga cukup melakukan pemantauan tanpa harus ke tempat bisnis dikembangkan.
”Ada tiga poin yang bisa dicontoh pengusaha perempuan NTB dari istri Rasulullah saw ini,” terangnya.
Pertama jadilah investor yang mengelola modal dimiliki dengan baik untuk mengembangkan bisnis.
Kedua menjadi mitra tidak hanya dengan rekan usaha namun juga dengan pekerja dianggap mitra bisnis tanpa membedakan.
Ketiga menjadi direktur yang memiliki sistem kompetensi untuk karyawan.
Ada lima hal menjadi kesuksesan Khadijah dalam mengelola usaha, dengan menerapkan nilai spiritualitas, mengambil keputusan dengan berani, melakukan analisis, menerapkan pengawasan yang ketat, dan mengelola modal dengan baik.
Keberhasilan ini tidak lepas dari nilai-nilai ekonomi syariah (prinsip muamalah) yang juga diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu tidak boleh ada transaksi ekonomi yang dapat merugikan salah satu pihak.
”Semoga kisah Khadijah bisa menginspirasi sekaligus sebagai pengingat bagi kita semua,” jelasnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, kegiatan ini sebagai pre-event dari FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang akan terselenggara tanggal 7-10 Juli 2024 di Kendari Sulawesi Tenggara.
Penyelenggaraan event seperti ini diharapkan dapat meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong pelaku ekonomi syariah dari sektor halal food, kosmetik halal, modest fashion, dan berbagai sektor lainnya.
”Tentunya ini juga untuk meningkatkan omset dari 70 UMKM yang diajak pada event ini,” katanya.
Founder LWC Indah Purwanti Ningsih mengatakan, perayaan tahun kelima LWC ini sekaligus untuk merayakan kemerdekaan perempuan dalam berbagai perannya.
Terutama dalam kegiatan berwirausaha.
Bahkan event ini jumlah transaksinya lebih besar dari event serupa tahun lalu.
Hal ini menandakan perputaran bisnis berjalan saat berlangsungnya acara.
Selama dua tahun terakhir, Womanpreneurday digelar dengan transaksi non tunai (QRIS) yang mencatatkan transaksi cukup baik dan terus meningkat.
”Bahkan sebelum pra-event tahun ini, sudah mencatat 58 ribu volume transaksi,” tambahnya.
LWC sendiri memiliki program harian (Jejualan), program bulanan (Women Talk dan Kajian) serta program tahunan Womenpreneurday dan Gathering.
Tahun ini dirangkaikan dengan Road to Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia, sebuah kompetisi di bidang inovasi ekonomi syariah.
”Semua anggota LWC terus mengasah ilmu, jejaring dan menjadi pengusaha yang sukses. Termasuk kami mendorong member dalam digitalisasi transaksi mengikuti perkembangan era saat ini,” ujarnya. (nur)
Editor : Kimda Farida