Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Literasi Keuangan Syariah NTB Masih Rendah, Baru Capai Sembilan Persen

Galih Mega Putra S • Jumat, 31 Mei 2024 | 21:10 WIB
UPAYA PENINGKATAN LITERASI: Kegiatan dialog publik OJK NTB mengenai literasi keuangan syariah di ITSKES Muhammadiyah Selong, beberapa waktu lalu. (OJK NTB FOR LOMBOK POST)
UPAYA PENINGKATAN LITERASI: Kegiatan dialog publik OJK NTB mengenai literasi keuangan syariah di ITSKES Muhammadiyah Selong, beberapa waktu lalu. (OJK NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Literasi keuangan syariah di NTB terbilang masih rendah, masih di kisaran sembilan persen.

Deputi Kepala Bank Indonesia NTB Winda Putri Listya menilai hal ini sebagai PR bersama untuk mendorong terjadinya peningkatan literasi keuangan syariah.

”Literasi ekonomi syariah kita saat ini masih di angka 23 persen. Literasi keuangan syariahnya lebih rendah, hanya ada di angka sembilan persen,” sorotnya.

Dikatakannya, BI NTB juga tengah mendekatkan program literasi terkait ekonomi syariah.

Hal ini kata Winda, cukup intens dilakukan dalam berbagai kegiatan mengenai ekonomi syariah.

”Makanya nanti mungkin akan sering ketemu sama BI kalau berbicara ekonomi syariah,” sambungnya.

Mendekatkan literasi ekonomi syariah ini diakui merupakan tuntutan.

Sebab keuangan syariah ini menjadi salah satu solusi terhadap kendala yang dialami ekonomi konvensional.

”Dan terbukti bahwa dengan ekonomi syariah luar biasa,” tandasnya.

Analis Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, EPK, LMS OJK NTB Muhammad Abdul Manan membeberkan, indeks literasi keuangan syariah ini mengalami koreksi sebesar 8,54 persen.

Yakni dari 22,05 persen pada 2019, menjadi 13,51 persen pada 2022.

Sedangkan indeks inklusi keuangan syariah di NTB tumbuh sebesar 1,91 persen. Yakni dari 16,27 persen pada 2019, menjadi 18,18 persen pada tahun 2022.

”OJK NTB terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan Syariah dalam rangka mendukung terciptanya ekosistem keuangan syariah yang ideal,” terangnya.

Berbagai kegiatan literasi keuangan syariah di berbagai kalangan terus dilakukan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat.

Terutama terkait produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan.

”Mendorong peningkatan inklusi keuangan terhadap produk dan layanan keuangan syariah,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#literasi #Keuangan #NTB