Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Capacity Building di Desa Wisata Hijau Bilebante, BI NTB Dorong Penguatan Pariwisata Hijau Berkelanjutan

Galih Mega Putra S • Kamis, 6 Juni 2024 | 17:59 WIB
CAPACITY BUILDING: Peserta capacity building penguatan green tourism dan standarisasi sarana hunian pariwisata di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Rabu (5/6).
CAPACITY BUILDING: Peserta capacity building penguatan green tourism dan standarisasi sarana hunian pariwisata di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Rabu (5/6).

LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) NTB menggelar kegiatan capacity building di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Rabu-Kamis (5-6/6).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk penguatan green tourism dan standarisasi sarana hunian pariwisata di desa wisata tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi mengatakan, BPS NTB mencatat pertumbuhan pergerakan wisatawan di NTB tertinggi pada Januari-November 2023, sebesar 12.131,37 perjalanan.

Namun ini masih di bawah provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

”Menggeliatnya pertumbuhan pariwisata NTB selaras dengan meningkatnya jumlah hotel, homestay, dan industri pelaku pariwisata dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Secara potensi, NTB memiliki potensi alam yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai aset pariwisata daerah.

NTB memiliki sederet pulau-pulau yang sudah mendunia yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain itu, NTB juga memiliki sport tourism ”Sirkuit Mandalika” kelas dunia. Memiliki kawasan konservasi kelas dunia dengan potensi dan keindahan alam yang luar biasa seperti Taman Nasional Gunung Rinjani dan Taman Nasional Gunung Tambora.

Serta budaya adat istiadat yang luar biasa.

”Selain itu masih banyak potensi alam yang perlu dikembangkan lebih jauh sebagai aset pariwisata daerah,” sambungnya.

Dikatakannya, salah satu upaya optimalisasi potensi pariwisata, pihaknya terus mendorong korporatisasi pelaku UMKM pendukung pariwisata. Salah satunya adalah desa wisata.

Bank Indonesia turut mendorong, mengembangkan sektor pariwisata dan menyusun bisnis model pengembangan ekosistem pariwisata, yang menyentuh pada pengembangan desa wisata di NTB.

Capacity building ini merupakan salah upaya kami dalam mengakselerasi sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian daerah, khususnya wilayah NTB. Yang telah terpilih sebagai salah satu destinasi pariwisata ramah muslim di dunia,” terangnya.

Kegiatan selama dua hari ini sebagai implementasi bisnis model yang dikembangkan Bank Indonesia.

Untuk mendorong ekosistem UMKM pendukung pariwisata.

Di samping itu, juga meningkatkan green and sustainability tourism melalui pemaparan dan praktik terkait pengelolaan sampah, serta standarisasi sarana hunian pariwisata.

”Sehingga dapat meningkatkan peluang kerja sama yang berkelanjutan dengan online travel agent. Serta penyusunan rencana aksi pengembangan program-program kerja Pokdarwis guna meningkatkan manajemen kelembagaan di desa masing-masing,” jelasnya.

Desa Wisata hijau Bilebante merupakan salah satu pionir desa wisata NTB yang didorong menjadi desa wisata mandiri. Memiliki kelembagaan yang kompak dan kuat. Seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam ekosistem pariwisata.

”Kami berharap pengembangan di desa wisata hijau Bilebante dapat menjadi contoh dan semangat bagi pengurus desa wisata lainnya,” tandasnya. (fer/r9)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#BI #NTB