Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Kaum Perempuan untuk Menunjang Perekonomian Keluarga

nur cahaya • Rabu, 26 Juni 2024 | 20:56 WIB
Sangat penting untuk meningkatkan literasi keuangan bagi kaum perempuan dalam menunjang perekonomian keluarga.
Sangat penting untuk meningkatkan literasi keuangan bagi kaum perempuan dalam menunjang perekonomian keluarga.

LombokPost-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat termasuk melalui kalangan perempuan yang berperan penting dalam keluarga dan negara.

"Peningkatan literasi keuangan kepada perempuan juga diharapkan berkontribusi mendorong kesejahteraan masyarakat termasuk mendorong perekonomian negara," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi hadir dalam acara Edukasi Keuangan BUNDAKU (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan). Dengan tema Ibu Cerdas Keuangan, Mewujudkan Keluarga Sejahtera.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan itu menyampaikan perempuan merupakan segmen prioritas literasi dan edukasi keuangan yang dilakukan OJK.

Sehingga OJK mendorong perempuan menjadi duta-duta literasi keuangan di masyarakat.

“Kita percaya seorang ibu yang terliterasi maka ia pasti akan mengedukasi anak-anaknya dan juga keluarganya untuk kemudian mereka menjadi melek keuangan dan dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Friderica.

Baca Juga: FOKSI Optimis Bisa Sumbang Medali PON 2024

Menurutnya, dari hasil berbagai literasi keuangan yang digelar OJK bersama sejumlah pihak sudah terlihat adanya peningkatan literasi keuangan khususnya di kalangan perempuan.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2023 memperlihatkan data, berdasarkan gender, tingkat literasi perempuan adalah sebesar 67 persen sedangkan laki-laki sebesar 64 persen.

Sementara itu, tingkat inklusi keuangan perempuan adalah sebesar 76 persen, dan laki-laki berada pada angka 74 persen.

"Peningkatan literasi di kaum perempuan terus menunjukan tren positif," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan peningkatan literasi dan inklusi kepada perempuan akan dapat menambah kemampuan daya tahan seisi keluarga.

Terutama dari tawaran-tawaran yang muncul di saluran komunikasi digital.

“Digitalisasi telah melahirkan pula dampak yang merugikan dan tidak diinginkan bagi bangsa dan negara kita. Kita sering mendengar investasi bodong, dan bagaimana pengaruh judi online dan lain-lain. Ini kalo dikatakan anak haram dari digital tech,” kata Mahendra.

Menurutnya digitalisasi di sektor komunikasi beserta dampaknya adalah hal yang tidak bisa dihindarkan.

Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya tahan keluarga melalui peningkatan literasi keuangan ibu.

“Kami siap mendukung secara penuh seluruh program yang terkait literasi keuangan dan dalam hal ini secara khusus menjadikan BUNDAKU sebagai basis bagi kita melebarkan dan memasyarakatkan secara masif program literasi bagi seluruh bangsa  dan negara kita,” katanya. (nur)

Editor : Kimda Farida
#literasi #digital #OJK #Perempuan