Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pabrik Gemuk Shell di Bekasi Bisa Produksi Pelumas 12 Kiloton Per Tahun

Lestari Dewi • Jumat, 5 Juli 2024 | 16:17 WIB
Direktur PT Shell Indonesia Andri Pratiwa (kanan) memproyeksikan Pabrik Manufaktur Gemuk produksi 12 kiloton per tahun di Indonesia, di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (5/7)
Direktur PT Shell Indonesia Andri Pratiwa (kanan) memproyeksikan Pabrik Manufaktur Gemuk produksi 12 kiloton per tahun di Indonesia, di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (5/7)

LombokPost-Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) diproyeksikan beroperasi tahun 2025.

Bisnis pelumas pertama ini ingin menjadikan Indonesia sebagai market bagi perusahaan energi Shell.

“Kami dari Shell melihat market di Indonesia ini sangat penting untuk ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan maupun bisnis kami di sini,” ujar Direktur PT Shell Indonesia Andri Pratiwa pada wartawan di media center, Sirkuit Internasional Mandalika, Loteng, Jumat (5/7).

Shell juga berkomitmen untuk berinvestasi secara berkelanjutan di Indonesia, dengan membangun pabrik-pabrik pelumas seperti Marunda 1.

Dia mencontohkan, di Jakarta Utara tahun 2015 lalu, pihaknya membangun pabrik pelumas, tahun 2022 Shell pun ber-inagurasi pembangunan yang kedua.

“Artinya apa? Pertumbuhan ini berkelanjutan dan investasi kita disini berkelanjutan,” terangnya.

Lokasi pabrik gemuk Shell di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, sebut Andri, adalah pabrik baru milik Shell yang memiliki kapasitas produksi hingga 12 Kiloton (juta liter, red) per tahun.

Ini akan menjadikan sebagai pabrik grease terbesar ketiga yang dibangun Shell secara global.

“Jika nanti sudah mulai beroperasi, kapasitasnya adalah 12 kiloton per tahun,” ucap Andri.

Pabrik grease ini, sebut dia, tidak hanya akan memproduksi sebagian besar produk pelumas Shell di Indonesia.

Namun mampu meningkatkan kontribusi lokal terhadap ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi talenta Indonesia.

“Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, Shell juga berharap dapat memenuhi permintaan yang terus berkembang dari pasar dalam negeri hingga tahun 2030,” harapnya.

Seperti diketahui, popularitas mobil listrik Indonesia khususnya teknologi battery vehicle mengalami perkembangan positif.

Ini menjadi tantangan bagi Shell. Namun, Shell melihat bisnis pelumas akan terus berlanjut, meski dimasa depan penggunaan mobis listrik meningkat.

Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik akan terjadi mix energy seperti ICE (internal combine engine), EV hingga hybrid. Hal ini menjadi kesempatan bagi Shell di masa depan.

“Semua itu bagi kami menjadi opportunity atau peluang, karena meskipun ada mobil listrik mereka masih membutuhkan pelumas walaupun tidak ada engine, sehingga tetap perlu pelumas untuk gear,” bebernya. (ewi)

 

Editor : Kimda Farida
#Pabrik #pelumas #jawa barat #bekasi #Shell Indonesia #marunda #Sirkuit Internasional Mandalika