Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim QRIS Jelajah Indonesia Sambangi Lima Kabupaten dan Kota di NTB

Galih Mega Putra S • Senin, 15 Juli 2024 | 13:50 WIB
TUNAIKAN TUGAS: Peserta QRIS Jelajah Indonesia yang tiba di KPwBI NTB usai menjalankan misi selama tiga hari, Minggu (14/7). (FERIAL/LOMBOK POST)
TUNAIKAN TUGAS: Peserta QRIS Jelajah Indonesia yang tiba di KPwBI NTB usai menjalankan misi selama tiga hari, Minggu (14/7). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Bank Indonesia (BI) terus berupaya memberikan inovasi untuk dikembangkan dalam mendorong inklusi keuangan.

Salah satunya melalui program QRIS Jelajah Indonesia yang merupakan kampanye perluasan digitalisasi sistem pembayaran dengan metode non konvensional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, QRIS Jelajah Indonesia dikemas dalam bentuk kompetisi yang akan dilakukan di 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) Bank Indonesia.

Mereka akan melakukan berbagai misi dalam rangka kampanye inisiatif digitalisasi sistem pembayaran serta misi pembuatan konten digital kreatif.

”Di antaranya, misi bertemakan QRIS, elektronifikasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Manajemen Risiko, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia (KKI), Pelindungan Konsumen, dan Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS)” bebernya, Minggu (14/7).

Di NTB, QRIS Jelajah Indonesia dilakukan 30 peserta dalam 10 tim selama tiga hari, 12-14 Juli. Mereka mengedukasi masyarakat mengenai sistem pembayaran baik digital maupun non digital.

Selain itu, mereka telah mengeksplorasi dan mendokumentasikan keindahan alam di NTB, sebagai salah satu destinasi pariwisata andalan.

”Semoga kegiatan QRIS Jelajah Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi para peserta. Namun juga masyarakat dalam edukasi sistem pembayaran serta perkembangan jumlah wisatawan di NTB,” tandasnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi menerangkan, selama tiga hari tersebut, para peserta menjalani misi lapangan dan sosial media dengan baik.

Misi tersebut dimulai dari Kota Mataram dengan memberikan sosialisasi mengenai QRIS Parkir sebagai salah satu penyumbang PAD.

Dilanjutkan dengan edukasi mengenai fitur-fitur yang ada pada QRIS, seperti MPM (Merchant Presented Mode), CPM (Customer Presented Mode), TTM (Tanpa Tatap Muka), hingga QRIS Tuntas (Tarik Tunai, Transfer dan Setor Tunai).

Setelah itu, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah untuk memperkenalkan aplikasi AR Rupiah. Peserta dapat belajar sambil mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di sana. Selain itu, diberikan juga sosialisasi mengenai CBP sebagai sistem pembayaran tunai.

Misi berikutnya dilaksanakan tim QRIS Jelajah Indonesia di Kabupaten Lombok Timur. Para peserta melakukan pengolahan cabai kering salah satu UMKM binaan Bank Indonesia.

Cabai merupakan salah satu volatile food di NTB. Sehingga penggunaan produk olahan atau produk turunan seperti cabai kering, bubuk cabai, maupun minyak cabai dapat menjadi salah satu solusi menangani inflasi.

Setelah itu, misi dilanjutkan di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara. Di sana, peserta melakukan user experience QRIS dengan warga lokal, wisatawan mancanegara, dengan turut memperkenalkan QRIS Crossborder.

Misi terakhir, yaitu mencari KUPVA BB di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Senggigi merupakan salah satu destinasi utama bagi wisatawan mancanegara. Sehingga terdapat banyak tempat penukaran uang di daerah tersebut.

Menurut Berry, diperlukan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri KUPVA Legal. Hal itu sebagai salah satu bentuk dukungan dari kegiatan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).

”Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi pengenalan bagi QRIS maupun inisiatif digitalisasi sistem pembayaran lain dan dapat menarik perhatian masyarakat terutama para pegiat sosial media,” harapnya.

”Hal ini juga sebagai bentuk dukungan dari Pre-Event FEKDI (Festival Ekonomi Keuangan Digital). Pengumuman pemenang akan dilakukan serentak oleh seluruh KPwDN pada event FEKDI di tanggal 1 Agustus 2024,” tambahnya.

Pencapaian volume transaksi QRIS KPwBI NTB pada Mei mencapai  2.282.375 transaksi.

Dengan nominal transaksi Rp 220,93 miliar. Dari posisi pengguna QRIS, di NTB tercatat telah mencapai 16.559 user.

Penambahan user QRIS pada Mei 2024 ini mencapai 3.641 user. Tentunya, melalui rangkaian acara QRIS Jelajah Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi dan mendorong pengguna user QRIS di NTB. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#BI #QRIS