Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sektor Tambang Belum Berjalan, Ekspor NTB Turun Tajam Hingga 99,64 Persen di Juni 2024

Galih Mega Putra S • Selasa, 16 Juli 2024 | 09:27 WIB
KOMODITAS EKSPOR: Nelayan Lombok mengambil lobster berhasil tertangkap dalam jaring, beberapa waktu lalu.    (IVAN/LOMBOK POST)
KOMODITAS EKSPOR: Nelayan Lombok mengambil lobster berhasil tertangkap dalam jaring, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Ekspor NTB pada Juni 2024 mengalami penurunan tajam sebesar 99,64 persen.

NTB tidak bisa melakukan ekspor hasil tambang, dikarenakan belum mendapatkan izin ekspor.

”Izin ekspor tambang berakhir tanggal 31 Mei, jadi 1 Juni tidak boleh lagi mengekspor hasil tambang, kecuali mendapat izin dari pemerintah,” terang Kepala BPS NTB Wahyudin, Senin (15/7).

Di samping itu, smelter yang dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat belum bisa beroperasi hingga saat ini.

Hal ini membuat ekspor NTB pada Juni 2024 hanya USD 1,82 juta.

Paling besar disumbang ekspor kelompok komoditas ikan dan udang sebesar USD 1,05 juta atau 57,63 persen.

Pada kelompok ini, sebagian besar merupakan udang dan tuna yang diekspor ke Amerika Serikat.

Ikan dan udang yang diekspor ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Kemudian lobster dan kerapu diekspor ke Singapura dan Malaysia melalui BIZAM.

Disusul kelompok perhiasan dan permata, jumlah ekspornya sebesar USD 470 ribu atau 25,86 persen.

Perhiasan ini berupa mutiara yang belum diolah dan diekspor ke Hongkong, China, Jepang dan Singapura.

”Semua mutiara ini dimuat melalui Bandara Soekarno Hatta dan Ngurah Rai,” sambungnya.

Kelompok berikutnya yakni garam, belerang, dan kapur sebesar USD 179 ribu atau 9,87 persen. Barang yang diekspor berupa batu apung yang dikirim ke China, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Pengiriman barang dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak.

Wahyudin membeberkan, pihaknya bersama Bappeda NTB dan OPD lainnya sempat ke Surabaya untuk kerja sama pada tanggal 2-3 Juli lalu, termasuk di bidang ekspor dan impor.

”Kami sampaikan, ekspor komoditas dari NTB itu sebagian besar juga melalui Tanjung Perak yang di Surabaya, bagian ini yang nantinya kita kelola kita bersama dengan Pemda Jawa Timur untuk kita bisa ekspor,” terangnya.

Jika kerja sama ini bisa terlaksana dengan baik, sehingga ekspor bisa dilakukan bersama dengan memanfaatkan pelabuhan yang ada di NTB.

”Karena ada tiga pelabuhan kita, di Lembar, Badas, dan juga di Bima,” katanya.

Kelompok ekspor berikutnya, daging dan ikan olahan berupa udang yang sudah diolah atau diawetkan. Nilainya sebesar USD 83 ribu atau 4,60 persen dengan tujuan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Kemudian biji-bijian berminyak itu yang diekspor terkait dengan spinosum yang dikeringkan, dikirim ke Vietnam melalui Makasar.

Ini menjadi pengalaman pertama NTB melakukan ekspor melalui Makasar.

Untuk komoditas jerami dan bahan anyaman diekspor ke Bulgaria, dan nilainya sebesar USD 360.

”Kita memang penurunannya jauh, karena tambang kita nol,” katanya.

”Ekspor non tambang juga turun, Mei kita bisa sampai USD 5,5 juta, sekarang hanya USD 1,82 juta, penurunannya sekitar 67,28 persen,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#ekspor #NTB