LombokPost-Sebanyak 30 pelaku IKM mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian (Disperin) NTB di Mataram, Senin-Kamis (15-18/7).
Mereka belajar terkait penggunaan asap cair sebagai pengawet furnitur dan anyaman.
Plt Kepala Bidang PSDI Arifin mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk furnitur dan anyaman di NTB.
Ilmu yang didapatkan dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku IKM NTB dalam mengembangkan usaha mereka.
”Pelatihan pengawetan asap cair ini bisa membantu IKM NTB menghasilkan produk-produk yang semakin berkualitas,” ujarnya penuh keyakinan.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para peserta. Selain itu juga mendorong penggunaan teknologi asap cair dalam proses produksi furnitur dan anyaman.
Sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih tahan lama dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kepala Balai Kemasan Produk Daerah (BKPD) NTB Agus Supriyanto menekankan pentingnya inovasi dalam industri pengolahan kayu dan anyaman.
Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pengawetan asap cair merupakan salah satu alternatif pengawetan alami. Asap cari merupakan hasil pendinginan dan pencairan asap dari biomassa seperti kayu, kulit kayu, tempurung dan sabut kelapa, hingga bambu yang dibakar dalam tabung.
”Semoga pelatihan ini bisa membantu para IKM kita terus berkembang dengan baik,” tandasnya.
Akademisi Universitas Mataram Murad memaparkan terkait teknik pemanfaatan asap cair organik sebagai pengawet alami. Dikatakannya, berbagai metode dan teknik dapat diterapkan oleh para pelaku IKM untuk mengawetkan produk anyaman dan furnitur.
”Pengawetan dengan asap cair ini dapat meningkatkan daya tahan dan kualitas produk mereka,” katanya.
Konsultan Bisnis Gingser Tomson Romaiki menerangkan terkait pemasaran digital melalui e-commerce.
Dirinya juga menjelaskan strategi dan tips praktis memanfaatkan platform e-commerce dalam memasarkan produk furniture dan anyaman lebih luas.
Dirinya menekankan pentingnya kehadiran penggunaan media sosial untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau pasar yang lebih besar. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida