LombokPost- Peluang usaha budi daya pisang terbilang sangat menjanjikan. Omzet yang dihasilkan setiap kali panen cukup besar.
Seperti yang dilakukan petani milenial di Kelompok Tani Cahaya Muda Milenial (CMM) di Dusun Monggal Bawah, Desa Genggelang, Lombok Utara.
Kelompok beranggotakan 15 orang ini sukses membudidayakan pisang dengan omzet belasan juta rupiah per bulan.
Ketua Kelompok Tani CMM Fathul Gani mengatakan, pihaknya melakukan budi daya buah di lahan seluas 20 hektare sejak 2023 lalu.
Sebanyak 12 hektare digunakan untuk budi daya pisang. Sedangkan sisanya ditanami beberapa buah lainnya seperti durian, alpukat, manggis, hingga kopi.
Beberapa jenis pisang yang dibudidayakan di antaranya, pisang hijau, pisang ketip, pisang kayu, dan sebagian kecil pisang cavendish.
Di lahan 12 hektare tersebut, panen perdananya mencapai 100.000 biji pisang per bulannya. Harga jualnya Rp 130 ribu per 1.000 biji.
Artinya, dalam sebulan mereka bisa memperoleh omzet penjualan sebesar Rp 13 juta.
”Pasarnya tidak begitu sulit, karena buah pisang ini banyak peminatnya dan bisa diolah menjadi banyak hal,” terangnya.
Selain itu, mereka juga mengembangkan usaha pembibitan pisang sebanyak 1.870 pohon.
Saat ini usianya sekitar satu bulan dan dilakukan secara swadaya.
Dalam membudidayakan pisang ini, Gani mengaku masih menggunakan pola kebiasaan dengan menggunakan bibit lokal. Meski begitu, hasil panennya cukup memuaskan.
Hanya saja, pihaknya berharap ke depan adanya bantuan program budi daya maupun pelatihan teknis tata cara budi daya, panen, hingga pengolahan pascapanen.
Termasuk bantuan alsintan hingga kemitraan dari pemerintah daerah.
”Bantuan tersebut bisa menambah wawasan kami dalam melakukan budi daya ke depannya nanti,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida