Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasokan Menurun, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 68 Ribu Per Kilogram

Galih Mega Putra S • Sabtu, 20 Juli 2024 | 10:56 WIB
PASOKAN MENURUN: Suasana transaksi jual beli cabai di Pasar Mandalika, Mataram, kemarin (19/7).(FERIAL/LOMBOK POST)
PASOKAN MENURUN: Suasana transaksi jual beli cabai di Pasar Mandalika, Mataram, kemarin (19/7).(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Harga komoditas cabai rawit di pasar mulai merangkak naik.

Kenaikan harga komoditas ini diperkirakan mulai terjadi sejak pekan lalu.

Penyebabnya diduga lantaran terjadi penurunan pasokan.

Pantauan di Pasar Mandalika, Mataram, harga cabai rawit berada di kisaran Rp 65-68 ribu per kilogramnya.

Jumlah ini naik cukup tinggi dari pekan sebelumnya yang masih di kisaran Rp 30-35 ribu per kilogramnya.

”Sudah semingguan, karena pasokan sedikit, jadi stok kita juga tidak banyak,” ujar Mutmainnah, salah satu pedagang sembako di sana.

Data Dinas Perdagangan NTB mengenai perkembangan harga rata-rata bahan pokok di pasar 10 kabupaten/kota di NTB menunjukkan ada kenaikan yang terjadi setiap harinya.

Data per 18 Juli 2024 menunjukkan kenaikan harga pada semua jenis cabai.

Cabai keriting mengalami kenaikan rata-rata Rp 567 per kilogram dari Rp 41.983 menjadi Rp 42.550.

Cabai merah besar naik rata-rata Rp 1.400 per kilogram dari Rp 35.433 menjadi Rp 36.833. Cabai rawit merah naik rata-rata Rp 1.750 per kilogram dari Rp 57.883 menjadi Rp 59.633.

Sedangkan cabai rawit hijau naik rata-rata Rp 150 per kilogram dari Rp 33.800 menjadi Rp 33.950.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB H Abdul Azis membenarkan kenaikannya sudah terjadi sekitar sepekan belakangan ini. Terkait penyebab hal tersebut, pihaknya akan segera melakukan pengecekan stok di tingkat pemasok.

”Kita juga tidak tahu kenapa pasokan menurun, sehingga harganya naik. Apakah didistribusi ke luar daerah atau hal lainnya,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya telah memanggil pihak Bank Indonesia (BI) yang memiliki binaan komoditas cabai di Lombok Timur. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga agar harga maupun pasokan cabai bisa tetap stabil dan tidak menimbulkan gejolak.

”Harga biasanya sekitar Rp 30 ribuan, sekarang naik jadi Rp 60 ribuan, sekitar 50 persen naiknya,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, DKP terus berupaya mengamankan ketersediaan semua komoditas pangan.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua OPD terkait mengenai hal tersebut. Seperti Dinas Pertanian di bidang hortikultura untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut.

”Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam membeli bahan pangan, beli secukupnya saja sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#harga #Cabai