Untuk MoU pertama ini, sebanyak 1.300 ton jagung pipil NTB akan dikirimkan ke sejumlah daerah di Pulau Jawa melalui KPPN.
"Kami menyambut baik kerjasama ini mengingat potensi jagung di NTB sangat besar. Penjualan jagung kering pipil ini akan dilakukan secara bertahap," ujar Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Raden Guna Dharma.
Bulog NTB menjual jagung kering pipil kepada KPPN seharga Rp 5.500 per kilogram.
Dari penjualan tersebut, Bulog NTB diperkirakan akan meraup uang sebesar Rp 7,15 miliar.
Dharma menyebutkan, Perum Bulog Kanwil NTB saat ini memiliki stok jagung 56.520 ton.
Kondisi ini masih berpotensi bertambah mengingat serapan komoditas tersebut masih berlangsung.
Hasil serapan jagung ini disimpan pada gudang yang dimiliki Bulog NTB maupun gudang yang melalui proses sewa.
"Semoga kerjasama ini memberikan manfaat dan keberlanjutan," katanya.
Ketua Presidium Koperasi Pinsar Petelur Indonesia Yudianto Yosgiarso mengatakan, jagung memiliki peran besar dalam industri peternakan.
Peran jagung memberikan dukungan setengah dari biaya produksinya.
Hasil produksi peternakan, kata dia tergantung dari besaran harga jagung di pasar.
Kondisi yang sama juga pernah dialami pada tahun 2022 lalu.
"Kami hadir di tempat ini dua kali, di tahun 2022 dihadapkan dengan kasus yang sama, tapi waktu itu jagung sedang berlimpah," ujarnya.
Dirinya mengaku prihatin dengan harga jagung yang seringkali melonjak tinggi.
Sebab itu, pihaknya berterima kasih atas dukungan dan bantuan pemerintah dalam mengintervensi harga jagung untuk pakan ternak ayam petelur, melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog.
"Kami beruntung, hadirnya Bapanas yang selalu mendukung, tidak hanya peternak tapi seluruh persoalan pangan lainnya," terangnya.
Pihaknya berharap kerjasama ini akan terus berkelanjutan untuk mendukung program pangan nasional melalui sektor peternakan.
Apalagi ketersediaan jagung di NTB juga melimpah dengan dukungan teknologi penyimpanan Bulog yang referesentatif.
"Ini sangat luar biasa dukungan dari badan pangan, kami sangat apresiasi itu," tandasnya.
Assisten II Setda NTB H Fathul Gani mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi kerja sama ini.
Potensi jagung NTB sebesar 1,2 juta ton. Sebab itu, Bulog diharapkan memiliki peran penting dalam meningkatkan serapannya.
Deputi Direktur Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, ini merupakan langkah nyata daerah dalam menyelesaikan masalah komoditas jagung.
Bapanas mengapresiasi upaya Bulog NTB dalam membantu menyelesaikan masalah komoditas tersebut.
Dia juga mengimbau agar dilakukan penyiapan cadangan pangan daerah.
Hal itu mengingat ke depan pemerintah memiliki target memperkuat cadangan pangan.
Tujuannya untuk menjaga kekuatan stok pangan, dan membantu petani ketika harga produksi turun.
“Serta menjaga stabilisasi harga,” katanya.
"Pesan Kepala Bapanas, kalau 1.300 ton itu terlalu kecil, tapi harus ada keberlanjutan," pungkasnya. (fer)
Editor : Kimda Farida