Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek Smelter PT AMNT Masuk Tahap Komisioning

Galih Mega Putra S • Selasa, 13 Agustus 2024 | 16:40 WIB
KUNJUNGI SMELTER: Pj Gubernur NTB Mayjen (Purn) Hassanudin (tengah) didampingi Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (tiga kiri) saat berkunjung ke smelter. (DISPERIN FOR LOMBOK POST)
KUNJUNGI SMELTER: Pj Gubernur NTB Mayjen (Purn) Hassanudin (tengah) didampingi Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (tiga kiri) saat berkunjung ke smelter. (DISPERIN FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Pembangunan smelter tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) hampir rampung. 

Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap komisioning, atau proses memastikan semua sistem dan komponen pabrik industri sesuai dengan kebutuhan operasional.

”Sudah tahapan finishing, sudah persiapan,” ujar Pj Gubernur NTB Mayjen (Purn) Hassanudin.

Dirinya berharap, kehadiran smelter tembaga PT AMNT nantinya mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi masyarakat.

Sehingga masyarakat NTB bisa semakin sejahtera. 

”Semoga kehadiran smelter ini dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi perkembangan industri di NTB,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB Hj Nuryanti mengatakan, perkembangan pembangunan smelter sudah 95 persen dan sedang dalam proses commissioning.

Pihaknya juga dalam proses mendampingi izin usaha industrinya.

”Sehingga pada saat peresmian nanti mudah-mudahan izin itu keluar,” ujarnya.

Dijelaskannya, smelter ini nantinya akan mengolah hasil alam yang selama ini dikirim mentah ke luar negeri.

Sehingga meningkatkan nilai tambah hasil tambang yang diekspor. Hasil tambang tersebut diolah menggunakan teknologi canggih dengan produk turunannya berupa emas, perak selenium, sulfur dan asam sulfat.

”Itu merupakan produk-produk yang dihasilkan PT AMNT,” sambungnya.

Dia percaya hal ini memberi peningkatan PAD Kabupaten Sumbawa Barat dan Provinsi NTB. Juga akan menyerap banyak SDM. ”Sehingga memacu kita di NTB untuk menyediakan SDM lagi,” ucapnya.

NTB tentunya harus memantapkan diri menjadi pelaku SDM pertambangan. Sebab itu di tingkat pendidikan, seluruh stakeholder terkait harus melakukan penyesuaian.

Perempuan berhijab ini meyakini, industri manufaktur yang dikembangkan akan mendapat keberkahan suatu saat nanti. Semua akan berjalan normal dan kebutuhan-kebutuhan itu bisa dipenuhi pelaku industri di sekitarnya.

”Makanya smelter itu memang harus diikuti oleh kawasan industri, turunan smelter yang akan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja,” terangnya.

Dicontohkannya, asam sulfat bisa menjadi bahan baku produk lain seperti semen, kabel, dan lainnya.

Sebab itu, pekerjaan rumah pemerintah berikutnya pengolahan industri yang belum dimiliki secara resmi.

”Semoga segera ada yang mengelola kawasan industri,” harapnya.

Di samping itu, di sana juga diharapkan keterlibatan UMKM NTB untuk menyuplai kebutuhan tenaga kerja di lapangan. ”Jadi on the track apa yang kita lakukan di NTB sekarang ini, mengembangkan enam sektor prioritas,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#amnt