LombokPost- Miyako Rinnai Cabang Mataram ikut memberikan dukungannya dalam kegiatan Lomba Memasak Dharma Wanita MKKS bersama siswa SMA/SMK NTB.
Acara dilaksanakan di Hotel Jayakarta Lombok Beach Resort and Spa, Batulayar, Lobar pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2024 lalu.
Lomba ini diikuti oleh 160 orang diantaranya siswa SMA/SMK yang terdiri dari 80 tim.
Acara memasak ini juga diisi dengan kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk bisa mengolah dan membuat makanan yang kaya akan gizi untuk menekan angka stunting.
Ariesyanto, Perwakilan Miyako Rinnai Cabang Mataram menuturkan sebagai bentuk dukungan, pihaknya memfasilitasi alat masak untuk semua peserta lomba dan demo masak.
Adapun alat-alat yang digunakan lomba masak berupa Miyako Cookware DFP-2811 MB dan Rinnai RI-150 CC dengan total barang yang digunakan sebanyak masing-masing 40 unit.
Ini sebagai bentuk dukungan Miyako Rinnai dalam berbagai program yang diselenggarakan di daerah.
Selain lomba masak, Miyako Rinnai juga mendukung alat untuk demo masak berupa kompor tanam Rinnai tipe RB-2 GH-C (MB) dan Miyako Cookware tipe DFP-1811 M B, DFP-2011 M B, DFP-2211 M B, DFP-2411 M B, DFP-2611 M B, DFP-2811 M B, GP-26A.
"Kami mensupport peralatan," kata Aries.
Selaras dengan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting, lomba memasak ini merupakan inisiatif Dikbud NTB, Jayakarta, ICA NTB, dan Miyako Rinnai yang turut aktif memberi dukungan dalam keberlangsungan acara ini.
”NTB ini masih ada kasus stunting, meskipun kita bangga tiga bulan lalu sudah turun pada angka 8 persen namun tidak berarti hilang stunting tersebut. Maka diperlukan ide-ide model atau gagasan untuk atasi stunting,” kata Kadis Dikbud NTB Aidy Furqon.
Dia menambahkan, mengatasi stunting tidak hanya dengan protein telur, perlu ada pengolahan makanan lokal yang mudah ditemukan masyarakat.
Melalui lomba memasak ini akan muncul gagasan berdasarkan kondisi kesiapan bahan makanan yang ada di tengah masyarakat. Misalnya ubi, labu, tanaman bahan lainnya yang mudah ditemukan hingga ke desa-desa.
Momen ini juga sebagai rangkaian HUT RI ke-79.
”Ini uji coba untuk menyiapkan uji kompetensi bagi anak boga dan busana dalam kerja sama dengan industri seperti ini. Sehingga bisa langsung dapat sertifikat uji kompetensinya dari ahli profesionalnya,” terang Aidy.
Chef Fazah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai langkah antisipasi peningkatan stunting, sehingga perlu disikapi bersama.
Dua mata lomba diadakan bertemakan menu stunting dan olahan beras lokal.
Penilaian dewan juri nanti yang menentukan mana menu yang layak untuk menu stunting yang bisa direkomendasi ke pemerintah daerah untuk diteruskan ke masyarakat.
”Bahan baku bebas berkreasi dilakukan peserta, yang penting serat dan gizi terpenuhi,” tambahnya.
Ketua Badan Pengurus Daerah Indonesian Chef Association (ICA) NTB Anton Sugiono mengatakan, sebagai upaya kepedulian penanganan stunting di NTB, maka diangkat tema kreasi mengolah hidangan yang memiliki nilai gizi untuk bisa mencegah stunting.
Peserta harus berinovasi dan berkreasi menyajikan menu hidangan yang ada kandungan nilai gizi yang cukup, bukan memasak yang penting enak.
Diharapkan usai acara ini, para guru yang dilibatkan bisa meneruskan ke sekolah untuk dapat dikembangkan dan menciptkan hidangan yang mempunyai nilai gizi.
”Paling tidak hidangan dalam lomba ini kedepannya bisa menjadi menu harian,” jelasnya.
General Manager Hotel Jayakarta Charry Abdul Hakim didampingi Sales Marketing Manager Okayana mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menggali potensi penyiapan menu sesuai standar stunting.
Sehingga lomba memasak ini sebagai support ke pemerintah yang sedang mengatensi stunting tersebut.
”Masyarakat diedukasi menciptakan menu dengan berbagai bahan bukan hanya telur karena banyak sumber protein lainnya, karbohidrat, dan gizi tersebut. Jadi melalui kegiatan ini bisa menggali berbagai sumber lainnya oleh peserta,” kata dia. (nur)
Editor : Kimda Farida