Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Tangan Siswa SMKPPN Mataram, Nanas Berhasil Diolah Jadi Minuman dan Abon

Geumerie Ayu • Rabu, 18 September 2024 | 19:12 WIB

OLAHAN NANAS: Inilah minuman olahan nanas, salah satu hasil inovasi siswa SMKPPN Mataram.
OLAHAN NANAS: Inilah minuman olahan nanas, salah satu hasil inovasi siswa SMKPPN Mataram.
LombokPost- Meski potensi nanas cukup melimpah, namun belum banyak industri di NTB yang mengolah buah yang satu ini.

Padahal, komoditas ini memiliki banyak potensi produk turunan yang menarik.

Hal itu mendorong Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Mataram membuat terobosan.

Bersama UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, mereka mengolah nanas menjadi bahan baku aneka cemilan dan minuman bernilai jual lebih tinggi.

Inovasi pengolahan nanas ini dilakukan guru dan siswa SMKPPN dengan menguji semua bagian dari nanas. Mulai dari kulitnya, ampas, hingga air dari nanas.

Salah satu produk minuman kemasan yang sudah berhasil diproduksi diberi nama Sabunaka.

”Singkatan dari Sari Buah Nanas SMKPPN Mataram,” ujar Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta.

Sabunaka merupakan campuran perasan nanas, air, gula, garam, dan asam sitrat sebagai pengatur keasaman.

Rasanya segar, apalagi diminum dalam keadaan dingin. Meski dengan beberapa campuran bahan baku, aroma dan rasa nanasnya tetap ada.

Selain minuman, ada juga produk makanan dari nanas berupa aneka cemilan. Namanya cemilan stik nanas.

Dibuat dengan cara daging buah nanas yang diperas, kemudian dicampur dengan tepung, telur, dan rempah-rempah.

Rasanya cukup enak dan cocok sebagai sajian ngopi santai maupun cemilan hajatan.

Produk turunan paling unik yang berhasil dibuat adalah abon dari kulit nanas.

Rasanya bahkan mirip seperti abon daging pada umumnya.

Kulit nanas ini diolah sedemikian rupa dan ditambah bumbu, tidak ada rasa gatal yang ditimbulkan.

”Seluruh produk turunan ini sudah dijual dalam bentuk kemasan. Sudah mendapatkan PIRT, izin halal. Tinggal proses izin BPOM,” sambungnya.

Selama ini buah nanas hanya dijual dalam bentuk buah kupas dan bahan rujak.

Bahkan, di pasar pun dijual dengan harga yang sangat murah. Mulai dari kisaran Rp 20 ribu per 10 buah, tergantung ukurannya.

Bahkan beberapa pedagang nanas di pinggir jalan menyebut, nanas dijual murah.

Sebab lebih dari 4 jam setelah dikupas, aromanya akan berubah. Hal itu membuat nanas tak laku terjual dan biasanya rusak, kemudian dibuang begitu saja.

Sugiarta membeberkan, 10 buah nanas bisa menghasilkan berbagai olahan turunan dengan pendapatan hingga Rp 300 ribu. 

Nanas tersebut diperas menjadi minuman kemasan dan ampasnya dijadikan cemilan stik.

Dari 10 biji nanas ini menghasilkan minuman segar sebanyk 100 gelas. Per gelas minuman ini dijual seharga Rp 2.000, sehingga total pendapatannya sebesar Rp 100 ribu.

Kemudian ampasnya bisa menghasilkan 10 bungkus cemilan stik nanas.

”Per bungkus dijual Rp 10 ribu, total penjualannya juga Rp 100 ribu,” sambungnya.

Sementara untuk abon kulit nanas, juga bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp100 ribu. Bagian yang tidak bisa diolah, kata Sugiarta, selanjutnya dijadikan pupuk.

”Tidak ada yang terbuang jadinya nanas ini. dan harganya jauh lebih tinggi dibanding dengan menjualnya hanya sekedar nanas biasa,” jelasnya.

Produksi turunan nanas ini, kata dia dilakukan setiap hari.

Pemasarannya juga sudah mulai dibangun dengan melibatkan siswa-siswi SMKPPN Mataram.

Selain menjadi media pembelajaran siswa-siswi menjadi wirausaha, hasil penjualan produksi turunan nanas ini juga sebagaian persentasenya untuk siswa.

”Sebagian untuk sekolah, dan dikelola lagi untuk berproduksi. Sebagian lagi untuk kegiatan operasional lainnya,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#SMKPPN Mataram #Guru #Cemilan #abon #olahan nanas #nanas #minuman segar #Inovasi #siswa