Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepi Dikunjungi Wisatawan, Gili Tramena Tak Rasakan Dampak Kemeriahan MotoGP

Galih Mega Putra S • Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:16 WIB
SEBERANGKAN PENUMPANG: Sejumlah penumpang menaiki kapal penyeberangan dari Bangsal menuju Gili Tramena, pekan lalu.(IST/LOMBOK POST)
SEBERANGKAN PENUMPANG: Sejumlah penumpang menaiki kapal penyeberangan dari Bangsal menuju Gili Tramena, pekan lalu.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Event MotoGP Mandalika 2024 telah sukses dihelat.

Meski begitu, tidak semua kawasan penyanggah merasakan dampak ekonomi yang signifikan dari perhelatan tersebut.

Salah satunya, kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) di Kabupaten Lombok Utara.

Event internasional tahunan tersebut ternyata tak memberi dampak signifikan bagi salah satu destinasi wisata andalan NTB itu.

Sejak dihelat perdana di 2022 lalu, kawasan Gili Tramena relatif tak merasakan pengaruh perputaran ekonomi yang signifikan.

”Ada sedikit saja, beberapa orang yang datang,” beber Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) Bangsal Sabarudin, Senin (30/9).

Menurutnya hal itu terlihat dari jumlah penumpang yang dating. Yang datang menggunakan kapal penyeberangan di Pelabuhan Bangsal ke Gili Tramena tidak lebih dari 50 orang.

Jumlah ini bahkan lebih sedikit dibandingkan hari-hari normal sebelum event tersebut.

”Di hari biasa, penumpang yang masuk ke tiga gili sekitar 1.000 sampai 1.500 orang per hari, itu yang lewat Bangsal (saja, Red),” terangnya.

”Cuma bisa berdoa saja, siapa tahu di tahun-tahun berikut bisa lebih berdampak ke gili,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan, Gili Tramena memiliki pangsa pasar tersendiri. Saat hadir di event MotoGP, dirinya banyak berbincang dengan wisatawan yang datang.

Rata-rata dari mereka fokus datang untuk menonton MotoGP Mandalika.

”Setelahnya baru mereka arrange untuk ke gili,” ujarnya.

Selama event MotoGP berlansung, kunjungan ke Gili Tramena relatif sama seperti biasanya.

Sebelum itu, pihaknya sempat berkoordinasi dengan Pemprov NTB menanyakan pola bagi kabupaten di zona penyangga MotoGP Mandalika.

Hanya saja, saat itu semua pihak masih fokus terkait persoalan hosting fee.

”Di hari bisa, kunjungan rata-rata 2.800 orang per hari,” katanya.

Dewi mengatakan persoalan hosting fee saat ini sudah beres hingga 2027. Sebab itu, dirinya berharap akan ada koordinasi lebih awal antarinstansi untuk event di tahun depan.

”Semoga kedepan akan ada pola efektif yang bisa kita kolaborasikan bersama pihak terkait,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#MotoGP #Gili Trawangan