LombokPost--NTB melalui UD Rempah Organik Lombok dan PT Autore Pearl Culture mengekspor vanili organik dan mutiara ke Australia dan Amerika Serikat.
Pelepasan ekspor kedua komoditas pertanian dan kelautan itu dilakukan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, di Lembar, Lombok Barat, Rabu (9/10).
Nilai komoditas yang diekspor di antaranya, vanilli organik Rp 6 miliar dan mutiara 44 kilogram Rp 11 miliar.
Ekspor komoditas ini dilepas langsung Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB Agus Mugiyanto, Deputi Kepala BI NTB Achmad Fauzi, dan Plh Kepala Dinas Perdagangan NTB H Heri Agustiadi.
”Potensi ekspor di NTB ini banyak sekali, dari awal masuk di sini saya sudah keliling sampai Sape, sekarang hari ini kita bisa lepas ekspor vanili sama mutiara,” ujar Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB Agus Mugiyanto.
Dikatakannya, selama ini ekspor lebih banyak dilakukan melalui Surabaya, Bali dan NTT. Padahal produknya berasal dari NTB, namun diakui oleh daerah lain.
Hal ini diperkirakan terjadi lantaran tidak adanya pelabuhan internasional di NTB.
”Kalau kita punya pelabuhan internasional khususnya seperti Peti Kemas, Insya Allah masyarakat yang ada di NTB perekonomiannya akan meningkat,” katanya.
Agus melanjutkan, pihaknya berkomitmen mempermudah proses ekspor.
Pihaknya bahkan sudah menyiagakan mobil keliling yang standby di Pelabuhan Lembar.
Hal itu menjadi wujud pelayanan ke pengguna jasa, agar semua komoditas melaporkan ke Balai Karantina.
”Kita dorong ekspor dan peningkatan ekonomi di NTB, ini adalah wujud cita-cita kita. Balai Karantina waktunya 24 jam,” tandasnya.
Baca Juga: AHM Luncurkan Honda ICON e: dan CUV e:
Dalam pelepasan ekspor tersebut, juga diserahkan sejumlah sertifikat kepada para eksportir.
Di antaranya, sertifikat Health Certificate For Fish and Fish Products ( KI-1) atau Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (Ekspor) KI-1.
Kemudian dokumen Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Untuk Ekspor (KT-1), serta surat Keterangan Asal (SKA) / Certificate of Origin (COO).
Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan Muhir yang merupakan eksportir adalah perintis dan pengembang tanaman vanili organik di NTB.
Ekspor ini membuka peluang potensi lainnya.
”Vanili organik ke depan potensi akan semakin terbuka seiring dengan kian meningkatnya kesadaran masyarakat untuk pola hidup sehat, terlebih adanya vanilli yang berkualitas tanpa terkontaminasi produksinya dengan unsur pestisida,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Miq Gita ini meminta agar petani maupun eksportir terus memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas.
Dari segi kualitas, dijaga dengan ketentuan-ketentuan standar vanili organik yang jauh dari kandungan pestisida.
”Petani harus tetap menunjukkan komitmennya untuk bagaimana menjaga standar kualitasnya,” jelasnya.
Berdasarkan beberapa kali ekspor serupa yang dilakukan, volume ekspor vanili dari NTB terus mengalami peningkatan.
Pada 2024 ini sudah bisa mengirim 5-6 ton vanili. ”Dengan adanya peningkatan hasil produksi yang berkualitas tersebut tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” sambungnya.
”Saya minta kepada kepala Dinas Pertanian untuk selalu mendorong para petani kita melakukan berbagai diversifikasi usaha tani termasuk vanili ini agar lebih diperluas. Karena potensinya secara ekonomi sangat menguntungkan dan tentu akan memberikan kesejahteran bagi masyarakat,” imbuhnya.
Demikian juga halnya dengan produksi mutiara, NTB sejak lama dikenal sebagai penghasil mutiara terbaik di Indonesia bahkan internasional.
Mutiara NTB banyak diminati pasar mengingat produksinya berkualitas dan memenuhi keinginan pasar.
”Alhamdulillah mutiara juga menjadi komoditas andalan ekspor NTB yang juga harus tetap dijaga kualitasnya,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida