LombokPost-Di tengah mulai naiknya harga sejumlah komoditas pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar.
Kali ini kegiatan digelar selama tiga hari di tiga lokasi berbeda, di Desa Kekeri dan Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, dan Kelurahan Pagutan Barat, Kota Mataram, pada Selasa-Kamis (29-31/10).
”Jadi sisanya tinggal 7 kali GPM hingga akhir tahun nanti,” kata Kabid PSDE dan Distribusi Pangan DKP NTB Raisah, Rabu (30/10).
Dikatakannya, dalam kegiatan GPM di Desa Kekeri dan Desa Midang, komoditas beras paling banyak dibeli masyarakat. Di Desa Kekeri, beras yang dihadirkan sebanyak 2,5 ton.
Rinciannya, 1,5 ton dari PUPM Nusa Lestari Lombok Tengah dan satu ton dari Bulog NTB. Sedangkan di Desa Midang, beras yang dihadirkan sebanyak tiga ton.
Rinciannya, 1,5 ton dari dari PUPM Nusa Lestari Lombok Tengah dan 1,5 ton dari Bulog NTB.
”Memang dari dua tempat kita adakan kegiatan pangan murah ini, masyarakat kebanyakan membeli beras,” sambungnya.
Harga beras yang dijual Rp 13 ribu per kilogram untuk kategori medium super.
Jika di pasar, harganya sebesar Rp 14 ribu per kilogram.
Selain beras, pihaknya juga menghadirkan minyak goreng bermerek dari ritel dan distributor sekitar 100 liter.
Kegiatan melibatkan berbagai mitra pelaku usaha pangan, ritel modern seperti Indomart, Alfamart, MGM, Pasar Tani juga sejumlah BUMN, BUMD, Bulog, dan BI NTB.
Termasuk stakholder seperti dinas perdagangan, perindustrian, dinas koperasi dan UMKM, dinas perikanan dan kelautan dan lainnya.
Camat Gunungsari H Rusni mengapresiasi kegiatan yang digelar di dua desa yang dipimpinnya.
GPM ini dinilai dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih murah.
Dirinya berharap, ke depan GPM yang digelar bisa lebih banyak melibatkan UMKM dari desa menjadi lokasi.
Hal tersebut demi menghadirkan perputaran ekonomi yang lebih baik di desa tersebut.
”Harapannya, mungkin besok lebih banyak lagi UMKM dari desa setempat yang dilibatkan,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida