Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Produksi Hampers dengan Kemasan Unik, Dapur Aisyah Raup Omzet Puluhan Juta

nur cahaya • Rabu, 13 November 2024 | 14:59 WIB

 

PRODUK UNIK: Brand Owner Dapur Aisyah Mataram Muznah Albaar menunjukkan produk cookies ayam Taliwang miliknya yang unik, belum lama ini.
PRODUK UNIK: Brand Owner Dapur Aisyah Mataram Muznah Albaar menunjukkan produk cookies ayam Taliwang miliknya yang unik, belum lama ini.

LombokPost-Usaha Dapur Aisyah Mataram mulai dirintis pada 2017 lalu.

Dulunya berawal dari usaha katering sekolah, namun sempat vakum di 2018 karena gempa bumi. Sebab saat itu, anak-anak diliburkan dari aktivitas sekolah.

Meski vakum, namun brand owner Dapur Aisyah Mataram Muznah Albaar memilih untuk membantu para korban musibah tersebut.

Melihat banyak yang butuh makanan siap saji, perempuan yang akrab disapa Nana ini membuka donasi untuk itu.

”Banyak donasi yang masuk ke saya, akhirnya saya siapkan nasi bungkus gratis saat gempa,” ujarnya.

Pada 2019, kondisi NTB mulai berangsur-angsur normal kembali. Namun sayangnya, itu tidak berlangsung lama.

Pada 2020, pandemi Covid-19 datang dan membuat siswa-siswi harus belajar via daring dari rumah.

”Akhirnya, bisnis katering sekolah itu tutup,” sambungnya.

Namun Nana memutuskan tidak hanya berdiam diri menerima kenyataan. Dirinya mencoba melihat potensi dari aktivitas work from home (WFH) saat itu.

”Banyak orang butuh hampers untuk dikirim ke sana ke mari,  karena saya sudah punya basic konsumen yang bunda-bunda anak katering sekolah. Dari merekalah bisnis tersebut kemudian berjalan lagi,” terangnya.

Meski banyak usaha yang gulung tikar akibat pandemi, namun Dapur Aisyah tetap bergeliat dengan mempertahankan karyawan yang ada.

Dirinya memutuskan untuk berinovasi agar karyawannya tidak perlu dirumahkan lantaran kondisi tersebut.

”Saya memutuskan untuk membuat hampers,” katanya.

Pelanggan awalnya saat itu hanya satu orang.

Namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan hampers untuk orang yang WFH maupun dirawat di rumah terus bertambah.

”Saat itulah saya mengalami diversifikasi usaha dari katering anak sekolahan ke usaha cake and cookies,” bebernya.

Alhamdulillah, cukup viral saat itu,” imbuh perempuan berhijab ini.

Satu hal yang membuat hampers Dapur Aisyah ini viral, yakni penggunaan kemasan yang khusus dan unik.

Kemasan tersebut dipesan khusus di salah satu perajin lokal kenalannya.

Berkat itu, produk Dapur Aisyah Mataram semakin dikenal luas.

Pada 2021, dirinya mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan.

Khususnya pada saat bulan puasa, omzetnya mencapai 300 persen.

”Sekarang omzet per bulannya sekitar Rp 30-40 juta, Natal dan lebaran bisa tiga kali lipat dan kita sampai kewalahan,” bebernya.

”Covid-19 yang awalnya musibah ternyata mendatangkan berkah, kita harus melihat peluang apa yang bisa kita ambil dalam setiap musibah yang terjadi,” jelas Nana.

Nana menyarankan pada semua pengusaha untuk selalu adaptif dengan keadaan, agar tetap berjalan.

Selain itu, menjaga mutu produk yang ditawarkan juga bagian yang sangat penting.

Pada 2019, dirinya sebagai salah satu pengusaha binaan Bank Indonesia.

Di sana dirinya mendapatkan banyak pengetahuan terkait bisnis dan lainnya.

”Saat 2019 saya coba pindah dari jualan offline dengan pindah dan membuat platform digital bisnis, saat itu Instagram bisnis. Pelan-pelan pengiku mulai berdatangan dan rata-rata mereka merupakan  pelanggan Dapur Aisyah,” terangnya.

Untuk produk Dapur Aisyah ini, jumlahnya 19 produk. Beberapa di antaranya, cookies palm sugar dan cookies rasa ayam Taliwang.

Kedua varian produk ini bakal dihadirkan dalam event Ite Begawe Fest di Desember mendatang.

”Cookies palm sugar saya bawa di kegiatan Kemenpar dan saya dapat juara favorit nasional waktu itu,” ujarnya.

”Karyawan saya ada tiga orang, dan saya bekerjasama dengan beberapa platform kurir di sini,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#dapur #produk #pelanggan #Karyawan #kemasan