LombokPost-Mengenalkan dan melestarikan kuliner otentik Nusantaraadalah tujuan utama Festival Kuliner Tjap Legende. Selain itu, kegiatan di Lombok Epicentrum Mall (LEM) itu juga mengedukasi pengunjung terkait transaksi cashless atau non tunai.
Hal itu terlihat dari proses pembelian produk kuliner dengan menggunakan QRIS. Atau kartu belanja yang di top up di kasir jika tidak memiliki QRIS. ”Transaksi kita cashless,” ujar CEO Samsaka Group atau Jiiscomm Febriyanto Rahmat.
Transaksi menggunakan QRIS dan kartu top up ini merupakan bagian dari mendukung gerakan transaksi non tunai. Selain itu, memudahkan bagi para pelaku usaha dikarenakan lebih praktis.
Pada event pertama kalinya di Lombok, dirinya berharap bisa mencapai 150.000 transaksi. ”Karena durasinya cukup panjang, perputaran pengunjung juga cukup padat,” terangnya.
Festival kuliner otentik terbesar di Indonesia ini berlangsung sejak 14 November hingga 1 Desember mendatang. Lebih dari 40 tenan kuliner legendaris di Indonesia menghadirkan hidangan khas yang sudah eksis selama puluhan tahun.
Mardiana Puspitasari, salah satu pengunjung Festival Tjap Legende mengatakan, penggunaan QRIS maupun kartu top up dinilai lebih simpel. ”Cashless lebih gampang aja,” katanya. (fer/r9)
Editor : Akbar Sirinawa