Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Opak-Opak Sigerongan Laris Manis di Musim Haji, Sehari Produksi 50-60 Kilogram

nur cahaya • Rabu, 4 Desember 2024 | 13:39 WIB

 

PROSES PRODUKSI: Proses produksi jajanan tradisional opak-opak di Desa Seigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu.
PROSES PRODUKSI: Proses produksi jajanan tradisional opak-opak di Desa Seigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost--Opak-opak merupakan salah satu jajanan tradisional khas masyarakat Pulau Lombok.

Jajanan ini digemari berbagai kalangan, tua maupun muda. Selain rasanya yang enak, harganya juga murah meriah.

Peluang usaha opak-opak ini dimanfaatkan dengan baik oleh Haula, warga Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Menariknya, opak-opak ini bahkan sudah berhasil melanglang buana hingga Timur Tengah dengan omzet jutaan rupiah per sekali produksi.

”Makanan tradisional ini telah ada sejak lama dan hingga kini masih eksis,” ujarnya.

Opak-opak banyak dicari ketika memasuki musim haji.

Hal itu lantaran jajanan ini menjadi sajian wajib bagi calon jamaah haji ketika menggelar syukuran menjelang keberangkatannya.

Opak-opak menjadi kudapan ringan yang disajikan pada tamu ketika usai menyantap menu utama.

Di hari biasa, Haula biasa memproduksi jajanan berbahan baku tepung beras ini sekitar 10-20 kilogram.

Namun ketika memasuki musim haji, dirinya memproduksi opak-opak 50-60 kilogram sehari.

”Proses buatnya sehari atau paling lama dua hari, hari ini buatnya dan dijemur. Setelah dijemur kemudian besok paginya digoreng lalu dijual ke pasar,” sambungnya.

Harga jual opak-opak buatan Haula ini di kisaran Rp 1.000-2.000 per kemasan.

Rasanya yang gurih dan enak, membuat opak-opak Haula ini selalu ludes dibeli konsumennya setiap produksi.

Tak hanya pembelian pribadi, bahkan opak-opak Haula ini dibeli untuk dijual kembali oleh pedagang pasar maupun keliling.

”Alasan opak opak masih digandrungi para calon jamaah haji karena rasanya yang gurih dan enak, banyak juga diminati tamu undangan syukuran,” bebernya.

Berbicara soal pembuatan opak-opak, Haula mengatakan dirinya melibatkan masyarakat sekitar.

Pembuatannya cukup sederhana karena hanya membutuhkan bahan baku berupa tepung beras dengan campuran nasi.

Bahan baku yang sudah tercampur tersebut kemudian ditumbuk dan dicetak sesuai ukuran yang diinginkan.

Setelah itu, opak-opak yang tercetak dimasak menggunakan tungku kayu. Penggunaan tungku kayu ini untuk menjaga citarasa khas opak-opak.

Setelah opak-opak tersebut matang, kemudian didinginkan sebentar dan dipotong tipis.

Setelah itu, dijemur di atas alat jemur yang terbuat dari bambu.

Setelah kering, opak-opak digoreng dan dikemas, lalu siap untuk dipasarkan.

”Kenapa bisa sampai Saudi, karena jamaah haji suka sekali dengan jajanan ini,” katanya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Haji #omzet #produksi #Opak #makanan #tradisional #jamaah