LombokPost--Memulai usaha sejak 2009 lalu, usaha kerajinan bambu milik Wardi masih eksis hingga saat ini. Aneka produk kerajinannya banyak diminati masyarakat, termasuk wisatawan.
Awal merintis usaha kerajinannya, Wardi membuat untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Seperti Pasar Gondang, Pasar Tanjung, Pasar Tampes, dan pasar lainnya di Kabupaten Lombok Utara.
Seiring perkembangan zaman, Wardi mulai melakukan penyesuaian pasar.
Dirinya melirik pangsa pasar ekspor. Namun dirinya tidak melakukan ekspor secara langsung lantaran belum memiliki pembeli tetap.
Dia bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki buyer. Seperti di Bali, dirinya mengirimkan produknya ke perusahaan di sana, kemudian diekspor.
”Padahal itu hanya di-finishing sedikit oleh mereka ditambah pewarnaan sama dikombinasikan dengan rotan itu sudah bisa diekspor,” terang owner UMKM Bambu Cerah ini.
Beberapa produk yang dibuat di antaranya, mangkuk, dulang, bak sampah, topi, tas, tudung saji dan banyak lagi. Dijual di kisaran harga Rp 7.000 hingga Rp 250 ribu.
Pada 2022 lalu, Wardi pernah mendapatkan pesanan hingga 10.000 biji kerajinan bambu.
Namun sayangnya, pihaknya hanya mampu memproduksi hingga 6.000 saja.
”Sekarang Alhamdulillah kita sudah sering ikuti event untuk kembangkan pasar, salah satunya pameran sampai ke Ina Craft,” sambungnya.
”Kita juga bisa buat sesuai orderan orang, jadi kalau dikirimkan foto atau gambar bisa kita buatkan itu,” katanya.
Selain diminati wisatawan, Wardi juga kerap kebanjiran orderan dari pemerintah daerah. Baik pemerintah kabupaten maupun provinsi.
”Orderan paling sering dari Bali, jadi kita koneksi dengan Bali di sana banyak pesan, kadang kita buat kap lampu juga,” jelasnya.
Kelebihan produk kerajinan bambu ini di antaranya anti pecah, ringan, dan bisa dipakai bertahun-tahun.
”Juga anti rayap juga karena kita pake cairan dari asap uap,” terangnya.
Berbicara soal omzet, jumlahnya sekitar Rp 60-90 juta. Dirinya memiliki beberapa karyawan dan perajin tersebar di tiap dusun di Desa Bengek.
”Di sana banyak pengepul dan kita bayar dari perajin di sana. Ada orderan langsung kita bawakan ke pengrajinnya,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida