Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia NTB Lirik Kabupaten Sumbawa, Kembangkan Varietas Gamagora 7

nur cahaya • Selasa, 24 Desember 2024 | 09:20 WIB

 

PANEN PERDANA: Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap (tengah) melakukan panen raya perdana varietas Gamagora 7 di Lombok Tengah, Agustus lalu.
PANEN PERDANA: Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap (tengah) melakukan panen raya perdana varietas Gamagora 7 di Lombok Tengah, Agustus lalu.
 

LombokPost-Selain di Lombok, Bank Indonesia (BI) NTB akan mengembangkan varietas padi Gamagora 7 di Kabupaten Sumbawa. Pengembangan Gamagora 7 diharapkan bisa meningkatkan hasil panen petani, terutama di musim kering.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, varietas Gamagora 7 merupakan hasil pemuliaan Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada. Varietas ini telah melalui tahap uji multilokasi di delapan lokasi lahan sawah, dan enam lokasi tadah hujan. Sehingga Gamagora 7 ini juga disebut padi amphibi yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta berdaya hasil tinggi.

”Untuk memenuhi permintaan kabupaten/kota itu, sebesar empat ton lebih benih yang akan kita datangkan dari Jogja. Semoga Desember ini sampai, atau mungkin akan sedikit terlambat tapi kita upayakan,” ujarnya.

Dari segi produktivitas, Gamagora 7 berpotensi untuk produksi hingga 9,80 ton per hektare, dengan rata-rata produksi 7,95 ton per hektare. Hasil demplot Gamagora 7 berdasarkan hasil ubinan Dinas Pertanian Lombok Tengah, diperoleh gabah kering 10,3 ton per hektare. ”Jumlah tersebut dua kali lipat dari angka produksi varietas lainnya yang tercatat hanya mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare,” sambungnya.

”Di bulan Juli (2025) nanti, di musim tanam ketiga (musim kering, Red) semoga masih berhasil kita lakukan penanaman, karena Gamagora desainnya tahan terhadap kering,” tambahnya.

Untuk meningkatkan produksi pertanian, Berry menilai perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk campuran. Artinya, selain pupuk kimia, petani juga menggunakan pupuk organik. Menggunakan metode ini, selain peningkatan produksi, petani juga diuntungkan dengan pengurangan biaya pupuk lantaran menggunakan pupuk organik. ”Tidak hanya di Lombok tapi juga kita kembangkan ke Sumbawa,” ujarnya.

Pengembangan Gamagora 7 ini untuk mendukung pengendalian inflasi melalui strategi ketersediaan pasokan. Dilakukan melalui pengembangan pertanian organik dan optimalisasi pemanfaatan limbah untuk menekan biaya produksi. Serta peningkatan produktivitas hasil pertanian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. (fer/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
#pengembangan #varietas #lokasi #Lahan #Bank Indonesia #Padi #Gamagora 7 #pupuk #NTB