Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Okupansi Hotel di NTB Selama Nataru Sangat Tinggi, Mataram 80 Persen, Gili Tramena 95 Persen

nur cahaya • Jumat, 3 Januari 2025 | 16:00 WIB

 

LIBURAN: Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) berlibur di Gili Trawangan, belum lama ini.
LIBURAN: Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) berlibur di Gili Trawangan, belum lama ini.
 

LombokPost-Hingga malam pergantian tahun 2024 ke 2025, angka keterisian alias okupansi hotel di beberapa daerah NTB tercatat tinggi.

Tingginya okupansi ini sangat memuaskan pelaku pariwisata yang terdampak.

Seperti di perhotelan Kota Mataram dan Gili Tramena (Trawangan Meno dan Air).

Okupansi hotel di Kota Mataram berdasarkan data Asosiasi Hotel Mataram (AHM) rata-rata mencapai 80 persen.

Sedangkan Gili Tramena berdasarkan data Gili Hotel Association (GHA) rata-rata 95 persen.

“Tingkat hunian kita di 29-31 Desember 2024 kemarin ada di rata-rata 80 persen, tanpa ada kenaikan harga,” kata Ketua AHM I Made Adiyasa Kurniawan di Mataram, Kamis (2/1).

Menurut Adiyasa, city hotel di Mataram berhasil menutup okupansi hotel dengan angka yang menggembirakan.

Mayoritas okupansi ini berasal dari hotel-hotel berbintang dan hotel-hotel besar.

“Dari hotel-hotel besar tersebut, terisi tamu domestik grup. Itu bisa terlihat dari padatnya bus-bus yang parkir di halaman hotel,” sambung Adiyasa.

Wisatawan ini diprediksi masih berada di Kota Mataram hingga akhir pekan.

Hal itu mengingat musim libur sekolah bakal berlangsung sampai 5 Januari mendatang. “Terpantau ramai mulai 29 Desember 2024 sampai akhir pekan ini,” tandasnya.

Di Gili Tramena, Ketua Gili Hotel Asosiasi (GHA) Lalu Kusnawan membeberkan, okupansi hotel pada 25-31 Desember 95 persen.

”Okupansi Nataru kali ini sangat signifikan,” ujarnya.

Dari data yang ada, wisatawan domestik sebesar 50 persen dan mancanegara juga 50 persen.

”Hal ini menunjukkan minat wisatawan berkunjung ke Tramena masih sangat besar,” sambungnya.

Selama ini, wisatawan mancanegara tetap menjadi salah satu penopang utama pariwisata Tramena. Meski begitu, wisatawan lokal juga turut berperan penting menjaga kelangsungan industri hotel dan restoran di sana.

Lama menginap wisatawan di Tramena juga menunjukkan perkembangan yang baik.

Rata-rata lama mereka menginap selama tiga malam.

Artinya, wisatawan tersebut benar-benar menikmati liburannya, bukan sekedar singgah saja.

Selain okupansi hotel yang tinggi, kunjungan harian ke Tramena juga cukup ramai.  Estimasi GHA, jumlahnya mencapai 2.500 kunjungan per hari selama momen Nataru.

“Kami belum memiliki data yang sangat akurat dari Syahbandar. Tapi terlihat jelas kunjungan ke Gili sangat ramai selama Nataru ini,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#pergantian #Tramena #daerah #malam #NTB #Terdampak #Hotel #okupansi #tahun #Pariwisata