Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Produsen Air Minum Dalam Kemasan Air Barujari Bertekad Serap Tenaga Kerja Lokal

nur cahaya • Rabu, 8 Januari 2025 | 08:49 WIB

 

KUNJUNGI PABRIK AMDK: Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti mengunjungi pabrik AMDK di  di Dusun Montong Alun, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
KUNJUNGI PABRIK AMDK: Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti mengunjungi pabrik AMDK di  di Dusun Montong Alun, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
 

LombokPost-Usaha air minum dalam kemasan (AMDK) di NTB mulai dilirik pengusaha lokal.

Salah satunya, pemilik CV Wangi Malindo Muhammad Alif di Dusun Montong Alun, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Perusahaan ini melakukan investasi pembangunan pabrik air minum dalam kemasan.

Kapasitas produksinya 10.000 liter per hari dalam tiga jenis produk kemasan.

Kemasan galon, botol, dan cup atau gelas.

”Saat ini sedang proses mengurus izin,” ujar Kepala Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti, Senin (6/1).

Dikatakannya, perusahaan ini dalam proses mengurus izin SNI 3553-2015 untuk standar produksi air minum dalam kemasan di Indonesia.

Hal tersebut mengacu pada sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 sebagai persyaratan wajib industri AMDK di Indonesia.

”CV Wangi Malindo ini didirikan oleh Muhamad Alif, mantan PMI Malaysia yang dengan tekad dan usaha mengubah nasib,” bebernya.

Kata Nelly, Alif memutuskan mendirikan industri dengan memanfaatkan potensi lokal.

Pabrik AMDK yang dibangunnya tersebut bermerek Air Barujari.

Melalui industri AMDK ini, Alif sekaligus ingin menyerap tenaga kerja di sekitar Dusun Aik Bukak.

”Kami mendorong banyak masyarakat NTB berinvestasi membangun industri yang bisa menciptakan lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja lokal,” katanya.

Selain industri AMDK, Alif juga telah berhasil membuat formula sabun herbal.

Sabun herbal tersebut memanfaatkan buah pinang dan VCO sebagai bahan baku utamanya.

”Ternyata diminati oleh buyer dari Singapura, namun masih terkendala dengan proses legalitas dan standar produksi yang diminta oleh negara tujuan,” bebernya.

Sebagai salah satu OPD terkait yang membina UMKM, Disdag terlibat secara langsung untuk memfasilitasi semua usaha yang dilakukan Alif.

Sebab usaha-usaha tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Aik Bukak, Lombok Tengah.

”Tentunya juga dengan bersinergi bersama seluruh stakeholder yang ada baik di kabupaten maupun provinsi NTB,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#Pabrik #air #botol #Pembangunan #Galon #usaha #minum #kemasan #Tenaga Kerja #Gelas #lokal