Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bisnis Dessert Kelapa, Afila Hasilkan Omzet Rp 30 Juta Sebulan

nur cahaya • Minggu, 26 Januari 2025 | 20:45 WIB

 

MENU UNIK: Owner UMKM Lica Lecy Pudding, Afila Hardiyanti menyajikan menu es krim batok kelapa untuk pembeli, belum lama ini.
MENU UNIK: Owner UMKM Lica Lecy Pudding, Afila Hardiyanti menyajikan menu es krim batok kelapa untuk pembeli, belum lama ini.
 

BERAWAL dari keisengan berselancar di YouTube, Afila Hardiyanti menemukan ide usaha yang cukup menarik. Dirinya menemukan salah satu kuliner berupa dessert dari kelapa muda.

Namanya es degan jelly dan es krim batok kelapa. Ini merupakan dua menu yang banyak diminati pembeli di UMKM Lica Lecy Puding. Afila tertarik menjual menu ini lantaran sumber bahan baku utamanya yang melimpah. ”Kebetulan di Lombok banyak sekali buah kelapa, dan itu dominan,” ujarnya.

Kata dia, buah kelapa bukanlah buah musiman. Sehingga dirinya tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian produknya tersebut. ”Saya jualan produk es krim batok kelapa dan jelly di kelapa muda,” sambungnya.

Saat mulai merintis usahanya, Afila berjualan dengan memanfaatkan sosial media. Seperti Facebook, Instagram, hingga Tiktok. Dirinya juga tidak segan menggunakan jasa promosi para influencer. ”Itu sangat berpengaruh untuk pemasaran produk kami,” terangnya.

”Awal-awal jualan saya berikan gratis dulu ke teman, saya juga jual sekitar 30 pieces dengan harga promo, dan responsnya bagus, mereka suka,” imbuhnya.

Melihat respons positif ini, Afila merasa perlu serius mengembangkan usaha dengan menu tersebut. Pada awalnya, menu es krim batok kelapa dan jelly degan ini dibanderol Rp 27 ribu. ”Saya jualan ini sudah sekitar 2 tahunan, dan sekarang harganya Rp 37 ribu,” ucapnya.

Outlet Lica Lecy Puding saat ini ada dua. Satu outlet di Kota Mataram dan satu di Lombok Tengah. Dalam sehari, Afila bisa menjual hingga 60 buah kelapa di Kota Mataram. Sedangkan di Lombok Tengah, sekitar 30-40 buah per harinya. ”Selain itu kita juga punya tempat titip rumah makan Sukma Rasa, ada tiga outlet kita taruh di sana dan itu jalan setiap hari,” jelasnya.

”Soal omzet, sekitar Rp 30 juta per bulannya,” tandasnya.

Salah satu pembeli es krim batok kelapa Lukmanul Hakim mengatakan, pertama kali menemukan menu unik es krim di dalam batok kelapa. Selain itu, porsi esnya juga cukup mengenyangkan. ”Ini kuliner unik, rasanya juga enak dan porsinya besar,” katanya. (fer/r6)

Editor : Rury Anjas Andita
#usaha #Kuliner #influencer #bahan baku #menu #pemasaran #es krim #Promosi #kelapa