Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jadi Bisnis Baru, Usaha Kopi Keliling Punya Peluang Menjanjikan

nur cahaya • Senin, 27 Januari 2025 | 06:00 WIB

BISNIS MENJANJIKAN: Salah satu penjual es kopi keliling yang sedang mangkal di dekat Hotel Golden Palace Mataram.
BISNIS MENJANJIKAN: Salah satu penjual es kopi keliling yang sedang mangkal di dekat Hotel Golden Palace Mataram.
 

KOPI tidak lagi menjadi minuman yang dinikmati  para pencinta kopi semata. Saat ini, menikmati komoditas satu ini mulai menjadi budaya di tengah masyarakat, terutama anak-anak muda.

Hal ini tentunya memunculkan peluang usaha yang menjanjikan. Tak heran jika banyak kedai hingga kafe kopi yang bermunculan, terutama di perkotaan.

Seiring berkembangnya zaman, usaha kopi tidak lagi harus di kedai hingga kafe. Baru-baru ini sedang booming usaha minuman kopi gerobakan. Hal ini memudahkan pengusaha berjualan tanpa harus memiliki lapak permanen. ”Modal yang dikeluarkan pun tidak sebesar membuka kafe maupun kedai kopi, penghasilannya lumayan besar,” kata salah satu pelaku usaha kopi keliling, Ahmad Syahroni.

Roni, sapaan akrabnya mengatakan, usaha kopi keliling cukup menjanjikan lantaran peminatnya cukup banyak. Dalam sehari dirinya bisa menjual sekitar 100-200 gelas ketika ramai. ”Saya jualan dari jam 09.00 Wita pagi sampe sore. Keliling di seputaran Kota Mataram ini,” sambungnya.

Jenis minuman kopi yang dijual beragam. Mulai dari americano hingga es kopi susu butterscotch. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu.

Menurut Roni, minuman kopi keliling ini cukup diminati masyarakat lantaran beberapa alasan. Di antaranya, harganya yang terjangkau dibandingkan kedai kopi dengan rasa yang cukup enak. ”Orang-orang juga tidak perlu harus ke kafe atau kedai kopi jika ingin minum kopi,” tandasnya.

Penjual kopi keliling lainnya di Lombok Utara Febrian Heri Saputra mengatakan, merintis usaha es kopi keliling yang dinamai Nomad ini sejak pertengahan Juli 2024. Bahan utamanya berupa kopi robusta yang merupakan kopi Gawah Daye petani Desa Santong dan Sesait, Kayangan. “Produk saya lokal semuanya, hanya sirup dan susu yang dari toko,” ujarnya.

Awal mulanya, Febrian termotivasi menjalani usaha es kopi lantaran masih sangat jarang di Lombok Utara. Dirinya juga memberanikan diri meski awalnya tidak memiliki keahlian atau ilmu meracik kopi. Namun dirinya memutuskan untuk belajar dengan modal seadanya menjalankan usaha tersebut. “Untuk saat ini saya masih berjualan di sekitaran Kayangan saja, belum ke kecamatan lainnya. Tapi kalau ada order, saya pertimbangkan,” terangnya.

Minuman kopi Nomad ini dijual dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Beberapa menu yang disajikan di antaranya kopi tubruk, kopi susu, vietnam drip, gula aren, es kopi nomad, latte, aren latte, caramel latte, dan hazelnut latte.

Dirinya memilih berjualan dengan motor dibandingkan kontainer lantaran persoalan biaya. Biaya menggunakan kontainer sekitar Rp 5-10 juta. Belum lagi dirinya harus mencari lokasi strategis, pajak, dan biaya lainnya. “Karena saya sadar budget saya hanya segitu, tidak mau memaksakan keadaan apalagi membebani orang tua,” ujarnya.

Pemuda asal Dusun Tampes ini membeberkan, modal berjualan dengan motor tidak banyak, sekitar Rp 2,45 juta saja. Tempat jualan di atas motornya terbuat dari kayu seharga Rp 300 ribu. Sisanya Rp 2,15 juta untuk belanja alat dan bahan-bahan baku. “Jadi lebih sedikit ketimbang pakai kontainer,” ucapnya.

Dirinya mulai berjualan pukul 17.20 Wita hingga 23.00 Wita di Pantai Ketapang Dusun Tampes, Kayangan. Dalam sehari, dirinya bisa menghasilkan penjualan Rp 130 ribu sampai Rp 230 ribu. Jika ada acara masyarakat, penghasilannya sedikit lebih banyak dari itu. (fer/r6)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#kafe #kedai #harga #minuman #usaha #kopi #peluang #penjualan #Perkotaan