LombokPost-Jalaluddin terus berkreasi agar produk kerajinan ketak miliknya bisa tetap bertahan di tengah persaingan usaha dan kemajuan industri fesyen saat ini. Salah satunya, produk tas ketak yang dikreasikan dengan kerang laut.
“Saya berinisiatif karena tas ketak bundar ini saya lihat begitu-begitu saja. Saya berpikir kenapa tidak kita menambahkan sesuatu biar ada perbedaan dengan yang lain,” ujar perajin ketak asal Lombok Tengah ini.
Tas ketak yang awalnya terlihat biasa saja berubah menjadi unik di tangannya. Tambahan ornamen kerang laut membuat tas ketak tersebut menjadi lebih cantik dan unik. Tak heran jika tas ini tidak hanya menarik perhatian pembeli lokal, tapi juga luar negeri.
Jalaluddin memilih kerang sebagai ornamen lantaran bentuknya yang cantik. Juga tidak digunakan oleh perajin-perajin ketak lainnya. Selain itu, mencari bahan baku kulit kerang pun tidak sulit lantaran sumbernya yang melimpah. “Kerang ini ada di mana-mana yang penting ada laut,” katanya.
“Cuma saat ini kita tidak bisa memproses kerang sendiri karena keterbatasan alat,” imbuhnya.
Ketika pertama kali memproduksi tas kreasi ini, kata Jalaluddin respons konsumen sangat positif. Banyak pembeli yang melihatnya sebagai produk unik dan bahkan menjadi produk best seller di galerinya. Tidak hanya dijual dalam daerah, produk ini juga dijual ke Bali dan Jogja. “Kita jual sekarang pakai tangan ketiga,” sambungnya.
Pengiriman ke Bali dan Jogja dilakukan hampir setiap hari dengan jumlah yang bervariasi. Terbaru, dirinya mengirimkan 2.000 pieces tas ke Bali dan 1.500 ke Jogja. Melalui tangan ketiga juga diekspor ke Filipina dan Inggris. “Harganya Rp 80 ribuan yang pakai kerang, tanpa kerang Rp 50 ribuan,” terangnya.
Proses pembuatan tas ketak kerang ini memakan waktu lima menit saja untuk pemasangan kerangnya. Kerangnya dipasang per biji di tas tersebut. Sedangkan untuk tasnya, Jalaluddin melibatkan perajin dari desa lainnya. “Mereka bawa ke saya dan saya produksi lagi,” ujarnya.
Omzetnya diperkirakan sekitar Rp 4-5 juta per bulannya. “Semoga pemerintah kita melirik lebih jauh lagi, karena sebenarnya masih banyak potensi yang bisa kita ekspor ke luar negeri, jadi pemda buka pasarnya biar kedepannya bisa langsung ekspor dari Lombok,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post