LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB memproyeksi kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri 2025 Rp 3,14 triliun.
Jumlah ini mengalami peningkatan 15 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, Bank Indonesia siap memenuhi kebutuhan uang Rupiah pada momen tersebut.
Itu merupakan titik puncak spin over permintaan uang Rupiah ke Bank Indonesia (outflow) dengan pangsa lebih dari 25 persen dari total outflow setahun.
“Seluruh rangkaian kegiatan pemenuhan uang Rupiah selama Ramadan tersebut dikemas dalam Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi),” ujarnya usai kegiatan Kick Off Serambi di KPwBI NTB.
Kegiatan Serambi ini bakal digelar hingga 25 Maret.
Harapannya, hal ini dapat menjaga ketersediaan uang Rupiah di masyarakat dan menjadi momentum emas untuk mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Secara nasional, proyeksi kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri 2025 mencapai Rp 180,9 triliun.
Jumlah tersebut sedikit menurun sebesar 1,6 persen (yoy) dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Hal itu seiring dengan perluasan pembayaran digital tunai terutama di kota-kota besar.
“Sementara kebutuhan uang di NTB selama Ramadan hingga Idul Fitri diproyeksikan mencapai Rp 3,14 triliun, atau meningkat 15 persen dari tahun lalu,” sambungnya.
Beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan di antaranya, pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri, termasuk sektor swasta.
Kemudian ada pencairan bantuan sosial, dan meningkatnya aktivitas ekonomi dampak faktor musiman. Seperti mobilitas masyarakat yang meningkat dan kunjungan wisatawan di tengah libur panjang.
“BI NTB telah menyiapkan uang Rupiah sebesar Rp3,81 triliun, guna memastikan kebutuhan uang tersebut terpenuhi,” katanya.
Pada tahun ini, layanan penukaran uang Rupiah mengoptimalkan penggunaan media Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (Pintar).
Termasuk untuk akses layanan penukaran di loket perbankan. Penggunaan Pintar diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan dan mengurangi antrean atau kepadatan di lokasi penukaran.
“Hal itu untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat,” terangnya.
Layanan kas keliling dilakukan ke sejumlah titik rumah ibadah hingga ke wilayah 3T. BI NTB juga memperkuat kolaborasi dengan perbankan untuk membuka layanan penukaran secara terpadu termasuk pada 85 titik jaringan kantor bank.
“Kami juga akan memprioritaskan pengeluaran Hasil Cetak Sesuai (HCS) untuk layanan penukaran kepada masyarakat yang mendaftar pada Pintar melalui https://pintar.bi.go.id,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida