LombokPost-Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali dilaksanakan di Lapangan Karang Genteng, Kota Mataram, Selasa (11/3). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah bahan pokok yang tengah meroket, namun dijual dengan harga lebih terjangkau.
“Kegiatan GPM ini dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, menyambut HBKN Ramadan, Nyepi dan Idul Fitri,” ujar Kepala Bidang PSDE dan Distribusi Pangan, Raisah.
Dikatakannya, kegiatan di Lapangan Karang Genteng tersebut merupakan GPM perdana di tahun ini. Pihaknya melibatkan berbagai mitra penyedia pangan. Di antaranya, Bulog, PUPM Nusa Lestari, CV Baling-Baling Bambu, RNI, UMKM binaan Dislutkan dan Distanbun, hingga Ritel modern.
“Kami terus menjalin kerjasama dengan berbagai mitra yang selama ini telah dibangun dalam menyelenggarakan kegiatan GPM,” sambungnya.
Pelaksanaan GPM ini, kata Raisah, dilakukan sebanyak 13 kali selama setahun. Pekan depan, GPM akan dilaksanakan serentak di kantor Stasiun TVRI di seluruh Indonesia, termasuk NTB.
" Minggu depan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh stasiun TVRI se-Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, GPM ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Idulfitri nantinya. Pada momen tersebut, sejumlah kebutuhan pangan akan mengalami lonjakan permintaan.
“Seperti beras, minyak goreng, telur, berbagai cabai, dan bawang merah akan meningkat permintaannya, apalagi dibarengi dengan adanya kenaikan harga di pasar umum,” terangnya.
“Sebab itu, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini disambut antusias oleh masyarakat,” imbuhnya.
Beberapa bahan pangan yang dihadirkan dalam GPM di antaranya, beras premium, beras medium petani, beras SPHP, minyak goreng, telur ayam ras, gula pasir, cabai rawit, bawang merah, dan aneka olahan pangan lokal lainnya.
“Semua disediakan mitra GPM kita,” ucapnya.
Ditambahkan Raisah, kegiatan GPM ini merupakan bagian dari cara pemerintah mendekatkan pelayanan atau akses bahan pokok terjangkau pada masyarakat. Terutama kepada masyarakat yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Di samping itu, menjaga pasokan pangan dan stabilisasi harga, sehingga inflasi dapat terkendali.
"Kita menyediakan kebutuhan pangan dengan harga di bawah harga pasar, sehingga bisa terjangkau masyarakat yang kurang mampu,” tandasnya.
Salah satu warga Kota Mataram, Saidah mengaku terbantu dengan adanya GPM tersebut. Sebab dirinya bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar tradisional. “Sangat terbantu, karena lumayan harganya lebih murah dibandingkan harga di pasar,” katanya. (fer)
Editor : Pujo Nugroho