Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sterilisasi Komersial Dorong IKM Pangan Naik Kelas

nur cahaya • Minggu, 23 Maret 2025 | 20:00 WIB

 

KUNJUNGI IKM PANGAN: Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (kanan) mengunjungi rumah produksi salah satu IKM olahan pangan, beberapa waktu lalu.
KUNJUNGI IKM PANGAN: Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti (kanan) mengunjungi rumah produksi salah satu IKM olahan pangan, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost-Industri Kecil dan Menengah (IKM) ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada IKM olahan pangan, sebagai upaya meningkatkan daya saing, Dinas Perindustrian NTB menekankan pentingnya penerapan sterilisasi komersial dalam proses produksinya. “Sterilisasi komersial ini juga untuk memperpanjang masa simpan produk di pasar,” ujar Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti.

Dikatakannya, sterilisasi komersial merupakan langkah strategis untuk memastikan keamanan produk pangan. Serta memperpanjang masa simpannya. Hal ini menjadi salah satu upaya agar IKM NTB bisa naik kelas. “Salah satu caranya adalah dengan memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan tidak hanya lezat tetapi juga aman dan memiliki daya simpan yang lebih lama,” sambungnya.

Melalui penerapan standar sterilisasi komersial, produk-produk IKM dapat dipastikan bisa bertahan dalam distribusi, maupun penyimpanan pada suhu ruang. Sebagai bentuk dukungan konkret, Disperin NTB juga telah menggelar kegiatan penerapan standardisasi dan sertifikasi produk atau Sistem Mutu (Uji F0). “Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD Balai Kemasan Produk Daerah NTB di Rumah Produksi UD Depot Taliwang, dan Rumah Produksi Sate Rembiga Goyang Lidah,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, 14 produk IKM olahan pangan dan 3 titik uji distribusi panas pada peralatan sterilisasi (autoclave) ikut serta dalam uji F0 ini. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk pangan berasam rendah yang dikemas hermetis dan disimpan pada suhu ruang memenuhi standar sterilisasi komersial. “Dengan nilai F0 sekurang-kurangnya 3,0 menit terhadap spora clostridium botulinum,” katanya.

Dari hasil pengujian yang dilakukan, seluruh produk yang diuji telah memenuhi persyaratan standar keamanan pangan. Produk-produk tersebut berasal dari berbagai IKM unggulan, seperti Bunga Rosa, Santara Food, Sate Rembiga Goyang Lidah, UD Depot Taliwang, dan Taliwang Nada, yang memproduksi beragam makanan khas NTB dalam kemasan modern.

Nuryanti menambahkan, Disperin NTB akan terus mendukung IKM dalam proses standardisasi dan sertifikasi produk. Pihaknya menginginkan IKM NTB semakin berdaya saing. “Dengan adanya standar ini, produk NTB bisa masuk ke ritel modern dan pasar ekspor,” tandasnya. (fer/r6)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#produk #standarisasi #ekspor #kemasan #Komersial #ikm #UPTD #Pangan