Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Ramadan Pasar Karang Sukun Mataram Sepi Pengunjung, Penjualan “Baju Rom” Masih Landai

nur cahaya • Senin, 24 Maret 2025 | 16:40 WIB

 

TIDAK TERLALU RAMAI: Beberapa pengunjung yang tengah berburu pakaian bekas impor di Pasar Karang Sukun, Mataram, Sabtu (22/3).
TIDAK TERLALU RAMAI: Beberapa pengunjung yang tengah berburu pakaian bekas impor di Pasar Karang Sukun, Mataram, Sabtu (22/3).
 

LombokPost-Pusat pakaian bekas impor (baju rom) di Pasar Karang Sukun biasanya menjadi salah satu spot incaran masyarakat berbelanja menjelang lebaran. Selain harganya yang lebih murah, kualitas barangnya juga masih cukup bagus.

Salah satu pedagang pakaian bekas di Pasar Karang Sukun, Mariana mengatakan, di tempatnya tersedia berbagai jenis dan merek pakaian bekas impor. Paling banyak diburu di antaranya, celana jeans merek levis, celana katun, dan kemeja berwarna. ”Itu yang sedang banyak diburu,” ujarnya.

Namun perempuan asal Narmada ini mengatakan, penjualan tahun ini cukup berbeda dibandingkan tahun lalu. Hal itu dikarenakan pengunjung Pasar Karang Sukun cukup sepi. Biasanya, sejak H-15 lebaran sudah banyak warga yang berdatangan.

“Sekarang sudah mendekati seminggu jelang lebaran tapi pengunjungnya tidak begitu ramai,” sambungnya.

Hal tersebut tentu berimbas pada omzet yang dihasilkan. Saat ini, per hari hanya di kisaran Rp 300-400 ribu. Padahal tahun lalu, dirinya bisa menghasilkan omzet Rp 1-2,5 juta per harinya menjelang lebaran.

“Sekarang itu syukur-syukur bisa dapat Rp 500 ribu sehari,” kata perempuan yang sudah berjualan di Pasar Karang Sukun selama 10 tahun itu.

Pada momen Ramadan hingga menjelang Idulfitri sebelumnya, Mariana biasanya bisa menghabiskan dua hingga empat bal pakaian bekas. Satu bal berisikan sekitar 400 pakaian, terutama kemeja.

Untuk tahun ini, dirinya tidak berani membeli stok pakaian bekas seperti sebelumnya. Hal itu dikarenakan kondisi pembeli yang mengalami penurunan cukup signifikan. Apalagi harga per bal cukup mahal, sekitar Rp 10 juta.

“Kalau lagi ramai, satu ball bisa habis satu minggu, tetapi kalau lagi sepi bisa habis satu bulan,” tandasnya.

Salah satu pengunjung Pasar Karang Sukun, Indra Putra mengatakan, dirinya cukup sering berbelanja ketika menjelang lebaran. Hal itu dikarenakan kondisi barang yang masih cukup bagus.

“Hanya dengan modal Rp 100 ribu sudah dapat celana jeans merek Levis, cukup murah,” kata warga Mataram tersebut.

Hanya saja, berburu pakaian di Pasar Karang Sukun membutuhkan kesabaran dan tenaga ekstra. Sebab banyaknya pilihan membutuhkan waktu cukup banyak untuk memilah barang yang diinginkan.

”Lumayan lama keliling dari satu pedagang ke pedagang, kalau mau dapat barang bagus, memang harus cek setiap lapak. Kalau beruntung dapat jackpot,” katanya.

Indra beberapa kali pernah mendapatkan berbagai pakaian dengan merek ternama. ”Kalau lagi beruntung bisa dapat prada, gucci, giorgio armani sampai balenciaga. Harganya mulai dari Rp 30-80 ribu ke atas,” pungkasnya. (fer/r6)

Editor : Rury Anjas Andita
#omzet #pakaian #berjualan #bekas #merek #impor #Karang Sukun