Dalam aksi tersebut, para Ojol ini melakukan penyegelan kantor Grab lantaran tidak adanya perwakilan perusahaan yang menemui mereka.
Salah satu koordinator lapangan (korlap) aksi damai, Danimar mengatakan, mereka mengajukan sejumlah tuntutan yang dinilai sangat merugikan para pengemudi Ojol tersebut.
Di antaranya, pemerintah memberikan sanksi pada aplikator yang melanggar regulasi.
“Tuntutan kami adalah pemerintah harus memberikan sanksi kepada aplikator yang melanggar regulasi,” tegasnya.
Tuntutan selanjutnya, menerapkan potongan aplikasi maksimal 10 persen, menghapus skema bisnis aplikator yang melanggar regulasi tarif berupa slot program hemat atau All kilometer hemat, penyetopan pendaftaran driver online, dan tingkatkan tarif dasar transportasi online di NTB.
“Karena sudah terlalu banyak, jadi penumpang sedikit drivernya terlalu banyak,” sambungnya.
“Kalau segelnya ini dibuka perusahaan, itu artinya melanggar, karena belum memenuhi dari keputusan kita kan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja (SPN) NTB Lalu Wira Sakti mengatakan, pihaknya ikut turun mengawal aksi damai yang dilakukan para driver online tersebut.
Menurutnya, dari semua tuntutan tersebut, hal paling urgent adalah soal tarif dasar.
“Karena itu (tarif dasar, Red) akan berimbas ke semua hal,” ujarnya.
Kata Wira, dari semua tuntutan driver Ojol tersebut, ada tiga hal yang paling disoroti pihaknya.
Di antaranya tarif dasar, harga promo, dan slot yang dinilai paling berdampak dan merugikan.
Sedangkan tuntutan lainnya seperti perekrutan driver, dinilai masih bisa ditoleransi.
“Seperti perekrutan driver ini kita juga berat untuk membatasi tentang orang mencari nafkah, tapi tentu harus jelas dulu, misalkan driver ini overload jadi mau seperti apa, cuma kan itu masih bisa ditoleransi,” terangnya.
“Tarif dasar, kemudian harga promo, dan slot itu yang paling terdampak dan merugikan,” imbuhnya.
Jika tuntutan driver Ojol ini nantinya tidak kunjung didengar, pihaknya akan meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan.
“Jangan berdiam diri karena masyarakat sedang didzolimi, kalau kawan driver dan ojek ini jelas kontribusinya ke daerah,” pungkasnya. (fer)
Editor : Kimda Farida