Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ternyata 12 Lapangan Usaha Ini yang Bikin Ekonomi NTB Kontraksi di Triwulan I Tahun 2025

Geumerie Ayu • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:10 WIB

PEMAPARAN: Kepala BPS NTB Wahyudin (tengah) saat memaparkan pertumbuhan ekonomi NTB Trriwulan I 2025, Senin (5/5)
PEMAPARAN: Kepala BPS NTB Wahyudin (tengah) saat memaparkan pertumbuhan ekonomi NTB Trriwulan I 2025, Senin (5/5)
LombokPost--Kontraksi yang terjadi di sektor lapangan usaha memberi andil dalam penurunan pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I tahun 2025 sebesar 2,32 persen secara kuartal (qtotq).

Jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan lapangan usaha, ada banyak sektor lapangan usaha yang mengalami kontraksi sehingga menyebabkan ekonomi NTB juga ikut mengalami kontraksi.

Berdasarkan data BPS NTB, tercatat ada sebanyak 12 dari 17 lapangan usaha yang mengalami kontraksi dan memiliki andil besar terhadap penurunan ekonomi NTB di Triwulan I tahun 2025.

12 lapangan usaha tersebut di antaranya, Pertambangan dan Penggalian sebesar 18, 93 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,63 persen, Konstruksi sebesar 6, 51 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 5,36 persen.

Jasa lainnya sebesar 5,30 persen, Transportasi dan Pergudangan sebesar 4,30 persen, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 3,49 persen, Jasa Pendidikan sebesar 2,83 persen.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 2,56 persen, Real Estate sebesar 1,08 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 0,37 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,24 persen.

Sementara itu, 5 lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan di antaranya, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 13, 28 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh sebesar 5,55 persen, Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 1,65 persen; Industri Pengolahan tumbuh sebesar 1,60 persen dan Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 0,19 persen.

“Pertumbuhan ekonomi berdasarkan sektor lapangan usaha di PDRB, pertanian masih memiliki share yang tertinggi, bahkan dari sebelumnya 21 persen kini menjadi 23 persen,” ujar Kepala BPS NTB Wahyudin.

Dijelaskannya, sektor lapangan usaha pertanian secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 10,28 persen.

Hampir semua subsektor di lapangan usaha pertanian mengalami peningkatan, terutama di tanaman pangan.

“Peningkatannya cukup besar karena ditopang panen padi dan jagung yang cukup lumayan luar biasa di kita. Tahun 2025 panen raya padi kita dimulai dari Maret-April bahkan Mei masih ada, demikian juga komoditas lainnya,” sambungnya.

Sementara utuk sektor pertambangan mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,14 persen.

Hal ini disebabkan tidak adanya ekspor konsentrat yang dilakukan NTB selama kuartal I tahun 2025.

“Di kuartal IV tahun 2024 masih ada ekspor tambang walaupun cuma sekali, sedangkan di kuartal I tahun 2025 tidak ada ekspor tambang sama sekali,” tandasnya. (Geumie)

Editor : Kimda Farida
#PDRB #Lapangan Usaha #Ekonomi NTB #kontraksi #penurunan #BPS NTB #Triwulan I 2025