Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Jual Melonjak, Pengusaha Kelapa di Kabupaten Lombok Utara Untung Besar

Geumerie Ayu • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:05 WIB

Salah satu pengusaha kelapa di Kabupaten Lombok Utara
Salah satu pengusaha kelapa di Kabupaten Lombok Utara
LombokPost Kelapa  merupakan salah satu komoditas unggulan yang melimpah di Kabupaten Lombok Utara.

Di tengah naiknya harga jual kelapa saat ini, menjadi keuntungan besar bagi pengusaha kelapa di Kabupaten Lombok Utara, kabupaten termuda di NTB itu.

Seperti yang dialami Indah, salah satu pengusaha kelapa dengan skala yang cukup besar di Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Perempuan berhijab ini biasa mengirimkan kelapa ke luar NTB setiap pekan dalam jumlah yang besar menggunakan truk.

Kenaikan harga jual kelapa dirasa Indah lantaran mulai dibukanya keran ekspor kelapa yang membuat permintaan meningkat.

“Penyebabnya saya rasa adalah karena ekspor yang dibuka pemerintah, karena dulu kan ekspor belum ada, jadi dulu itu serapan pasar saja, sekarang sudah main ekspor, jadi kebutuhan dan permintaan banyak,” jelas Indah.

Dikatakan Indah, dirinya bukanlah pelaku ekspor langsung, melainkan hanya sebagai supplier.

Kelapa-kelapa tersebut rutin dikirimkannya ke Bali dan Jawa. Dalam sebulan, Indah bisa mengirimkan kelapa hingga 50 unit fuso.

“Kita sebagai pengusaha ini, sebagai pengirim itu berapa pun modalnya untungnya sama, karena memang kita nanti juga penjualannya itu banyak, jadi seperti kendaraan juga kan memadai,” terangnya.

Meski kelapa mengalami kenaikan harga, namun kendala yan dihadapi saat ini adalah jumlah stok yang menurun, walau pun di gudang penyimpanan stoknya tetap ada.

Jika biasanya satu bulan bisa mengirimkan hingga 50 truk kelapa, sudah dua bulan ini Indah baru bisa mengirimkan 35 truk kelapa.

“Stok dari petani kelapa saat ini tidak banyak,” ujarnya.

Berbicara soal ekspor kelapa, Indah mengaku memang tertarik akan hal itu, apalagi permintaan dan harga sedang tinggi.

Hanya saja, untuk melakukan ekspor dirinya tentu saja membutuhkan modal yang besar.

Apalagi permodalan yang dibiayai KUR perbankan, Indah menilai persentasenya terlalu tinggi.

“Sekarang jadi beratnya di pemodalan, karena kita ini penjualan pasar bukan eskpor, kami memang mengutamakan serapan pasar, walaupun ekspor juga banyak (serapannya, Red),” bebernya.

Harga jual kelapa saat ini mengalami kenaikan dari Rp 4.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram. Artinya, kenaikannya sangat tinggi mencapai 100 persen.

Hasil kelapa petani yang diangkut menggunakan pikap.
Hasil kelapa petani yang diangkut menggunakan pikap.

Indah bisa mengirimkan 8-16 ton kelapa sekali pengiriman dengan tujuan Bali dan Jawa.

“Kenaikan harga ini tentunya sangat menguntungkan, tapi balik lagi, kendala kita sekarang itu di stok yang mau kita kirim,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#Kabupaten Lombok Utara #ekspor #harga naik #kelapa #Pengusaha