Nama tempat penginapannya adalah Saifana Organic Farm Bungalows di Bayan, Lombok Utara.
Pengusaha penginapan ini selalu memberikan pendekatan humanis dan edukatif kepada wisatawan yang datang, sehingga membuat pengalaman berlibur semakin asyik dan menyenangkan.
Setelah sebelumnya memberikan edukasi terkait budi daya madu trigona, kini penginapan Saifana Organic Farm Bungalows menawarkan pengalaman liburan tidak biasa kepada wisatawan, terutama wisatawan asing.
Para wisatawan ini diajak berwisata sambil belajar memasak makanan tradisional khas Lombok.
Owner Saifana Organic Farm Bungalows Sutikno mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi menarik untuk menarik wisatawan, khususnya wisatawan asing.
Saifana Organic Farm Bungalows menawarkan beragam paket edukatif kepada wisatawan.
Sebelumnya, wisatawan diperkenalkan teknik budi daya madu trigona, dari proses awal budi daya hingga proses panen madunya.
Namun kali ini berbeda, pihaknya menawarkan paket cooking class atau kelas memasak makanan-makanan khas Lombok kepada wisatawan.
“Untuk cooking class, kami pakai sistem kearifan lokal. Kami jelaskan ke wisatawan bahwa tidak ada piring porselin dan sebagainya yang bersifat modern,” jelasnya.
Tidak hanya peralatan yang tradisional, proses memasaknya pun demikian. Wisatawan tidak diperkenankan menggunakan kompor gas ataupun kompor listrik.
Proses memasak dilakukan secara tradisional menggunakan perapian lokal dengan kayu.
“Hal yang tidak kalah penting, peserta cooking class wajib pakai sarung, seperti di desa-desa,” terangnya.
Ia menambahkan, selama menginap di bungalow miliknya, wisatawan ditawarkan beberapa paket edukatif menarik.
Di antaranya, kids farm tour, garden tour, cashew workshop, trigona honey workshop, Sasak cuisine and traditions dan paket lainnya.
“Selama wisata berlangsung, wisatawan mancanegara mengaku antusias,” katanya.
Seperti contoh pasangan Daniellae Dellaquila, mereka mengaku mendapat pengalaman menakjubkan selama cooking class.
Selain itu mereka mengatakan jika instrukturnya menyenangkan, serta mereka memperoleh pengalaman berbeda.
“Saya sangat tertarik, saat pulang ke rumah saya akan mencoba memasak menu Sasak,” kata Sutikno menirukan kata Daniellae.
Hal senada diungkapkan wisatwan asing lainnya. Dalam review yang mereka berikan, rata-rata memiliki kesan positif.
Bahkan mereka juga memuji bahan baku segar yang digunakan saat memasak. “Hope to comeback,” tulis salah satu dari mereka. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida