LombokPost – Calon direksi dan komisaris PT Bank NTB Syariah yang nantinya akan ditetapkan secara definitif setelah melalui proses fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki tugas krusial.
Nantinya harus tegak lurus dan selaras dalam memajukan Bank NTB Syariah. Termasuk harus sinkron dengan visi misi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penekanan ini disampaikan oleh Panitia Seleksi (Pansel) mengingat peran strategis Bank NTB Syariah sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Proses seleksi untuk mengisi posisi-posisi kunci di Bank NTB Syariah saat ini tengah berlangsung ketat.
Dari 196 calon komisaris, telah mengerucut menjadi 10 nama yang diserahkan kepada Gubernur NTB untuk dipilih 6 nama terbaik yang akan diajukan ke OJK.
Sementara itu, untuk posisi direksi, dari 97 pendaftar, 25 calon sedang menunggu hasil penilaian dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
Baca Juga: Sosok Lalu Anis Mujahid, Calon Komisaris Bank NTB yang Kaya Pengalaman dan Punya Jam Terbang Tinggi
"Kami sangat menekankan jajaran komisaris dan direksi yang terpilih nantinya harus memiliki komitmen kuat untuk tegak lurus dalam menjalankan kebijakan dan strategi perusahaan," ujar Sekretaris Tim Pansel Bank NTB Syariah Prof Riduan Mas'ud.
Artinya, setiap keputusan dan arah Bank NTB Syariah harus sinkron dengan visi misi Pemprov NTB dalam memajukan ekonomi daerah, khususnya ekonomi syariah.
Visi misi Pemprov NTB, yang dikenal dengan program NTB Makmur Mendunia, mencakup berbagai aspek pembangunan. Seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan ekonomi, serta pengembangan sektor unggulan.
Baca Juga: Temui Khofifah, Iqbal Bahas Penguatan Kerjasama Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim
Bank NTB Syariah diharapkan menjadi lokomotif yang secara aktif mendukung pencapaian target-target tersebut melalui berbagai produk dan layanannya.
Para kandidat yang menjalani seleksi telah melewati berbagai tahapan ketat, termasuk wawancara mendalam dan penilaian kompetensi.
Pengalaman di bidang perbankan, kepemimpinan, dan pemahaman tentang manajemen risiko menjadi kriteria utama.
Namun, lebih dari itu, keselarasan pandangan dengan arah pembangunan daerah menjadi faktor penentu yang tak kalah penting.
Dengan adanya keselarasan ini, diharapkan Bank NTB Syariah tidak hanya menjadi entitas bisnis yang sehat secara finansial, tetapi juga motor penggerak pembangunan yang efektif.
Sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta mewujudkan cita-cita NTB Makmur Mendunia.
Editor : Hidayatul Wathoni