LombokPost – Sebagai upaya mendukung hilirisasi kelapa, Dinas Perindustrian (Disperin) NTB melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan kelapa menjadi briket organik.
Kegiatan Bimtek ini diikuti puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) NTB yang bergerak di produksi kelapa.
Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti mengatakan, hilirisasi kelapa merupakan salah satu kunci kemandirian industri lokal NTB.
Pihaknya melaksanakan pelatihan olahan kelapa dan turunannya terhadap puluhan pelaku IKM selama tiga hari.
Para peserta Bimtek belajar dan praktik langsung cara mengolah tempurung kelapa menjadi briket organik atau ramah lingkungan.
Dijelaskannya, dalam Bimtek tersebut pelaku IKM NTB diajarkan mulai dari proses karbonisasi, penghalusan, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan briket organik.
Semua proses pembuatan briket organik dari tempurung kelapa tersebut dilakukan secara bertahap dan aplikatif.
“Briket organik dari tempurung kelapa bukan sekadar produk, tapi solusi energi alternatif yang bisa jadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Perempuan berhijab ini melanjutkan, tujuan dari Bimtek tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan IKM produsen kelapa.
Terutama dalam membuat olahan kelapa dan turunannya yang berkualitas, salah satunya seperti briket organik.
“Tidak ada bagian dari pohon kelapa yang sia-sia, semuanya bisa jadi peluang usaha,” katanya.
Pada Bimtek tersebut, pihaknya menghadirkan narasumber ahli pembuatan Briket Bioarang berbahan organik dari Jogjakarta.
Narasumber tersebut menyampaikan latar belakang, pengenalan bahan baku, peralatan pembuatan, proses pembuatan, percetakan dan pengeringan briket.
“Ada sesi tanya jawab dan praktek pembuatan briket dilakukan di hari kedua,” bebernya.
Nuryanti berharap, peserta dapat memahami pembuatan olahan kelapa dan turunannya.
Selain itu, juga berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan produsen kelapa dalam membuat produk olahan yang berkualitas.
Pihaknya juga berharap pelaku IKM kelapa dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Disperin NTB siap terus mendampingi membangun ekosistem industri kelapa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Mari kita jadikan kelapa sebagai pintu masuk hilirisasi yang membuka banyak jalan menuju NTB yang mandiri secara ekonomi,” tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji