Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

OJK Perkuat Literasi Keuangan Pelaku Usaha Kakao Kabupaten Lombok Utara

Geumerie Ayu • Senin, 2 Juni 2025 | 09:02 WIB

OJK perkuat literasi keuangan pelaku usaha kakao kabupaten Lombok Utara.
OJK perkuat literasi keuangan pelaku usaha kakao kabupaten Lombok Utara.
LombokPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung pengembangan komoditas unggulan untuk meningkatkan ekonomi daerah di NTB.

OJK mendorong peningkatan ekonomi daerah melalui dukungan pengembangan perkebunan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan NTB.

Salah upaya yang dilakukan yakni dengan memperkuat literasi keuangan pelaku usaha komoditas kakao di Kabupaten Lombok Utara.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, komoditas kakao di Kabupaten Lombok Utara dikembangkan melalui skema ekosistem closed loop dengan dukungan industri jasa keuangan.

Sehingga pengembangan perkebunn kakao di Kabupaten Lombok Utara tersebut dapat tumbuh secara berkualitas.

Langkah tersebut juga merupakan bentuk scale up komoditas Kakao yang telah dikembangkan OJK Provinsi Bali sejak 2024.

Untuk itu OJK memberikan materi pengelolaan keuangan untuk pelaku usaha, serta menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB dan industri jasa keuangan dari sektor perbankan.

“Dukungan modal pembiayaan akan dikolaborasikan dengan produk kredit/pembiayaan melawan rentenir dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) KLU,” jelasnya dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Kelompok Tani Kakao Desa Genggelang.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, tugas OJK di daerah untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, termasuk memberikan pelindungan kepada konsumen dan masyarakat.

Selain itu, juga berperan untuk mendukung program pembangunan perekonomian daerah.

Sehingga diperlukan upaya terobosan antara OJK bersama dengan pemerintah daerah dan stakeholders.

“Perekonomian NTB dapat tumbuh melalui pengembangan komoditas yang mampu memberi impact positif kepada masyarakat,” sambungnya.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bersinergi dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Hal tersebut untuk mendukung pengembangan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kami telah memetakan berbagai komoditas unggulan di NTB, dan kakao merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi,” tandas Rudi.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Ahmad Ripai mengatakan, 60 persen perkebunan kakao NTB ada di KLU.

Jumlah produksinya sebesar 1.669 ton biji kering per hektar dan digeluti oleh 4.600 kepala keluarga.

“Dengan tren harga kakao yang relatif naik hingga mencapai Rp 140 ribu pada bulan Desember 2024, maka perkebunan kakao sangat menjanjikan bagi masyarakat khususnya di wilayah Lombok Utara,” jelasnya.

Ripai menegaskan, penerapan budi daya dan perlakuan pasca panen yang baik dan benar akan menghasilkan produksi yang optimal sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Ketua Kelompok Tani Kakao KLU Pardan mengapresiasi dukungan OJK dalam mendorong pengembangan perkebunan kakao.

Mayoritas petani kakao saat ini masih belum mengakses pembiayaan dari perbankan.

Sementara mereka membutuhkan modal untuk pemeliharaan tanaman dan pemupukan.

“Kami berharap upaya yang digagas OJK ini dapat mendorong hasil kakao semakin produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” katanya.

Editor : Jelo Sangaji
#Kabupaten Lombok Utara #Literasi Keuangan #kakao #pelaku usaha #OJK