Per April 2025, hasil industri tambang berupa tembaga ini diekspor NTB senilai USD 35,16 juta.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, ekspor tembaga sebelumnya tidak pernah terlihat lantaran NTB hanya mengekspor hasil tambang.
Dikatakannya, ekspor tembaga ini tidak dimasukkan dalam kategori barang tambang lantaran bukan bahan mentah.
Tembaga merupakan salah satu hasil industri olahan di smelter yang dikelola oleh PT AMIN.
Saat ini, ekspor tembaga ini menjadi komoditas yang paling besar andilnya terhadap ekspor NTB.
Besaran andil ekspor tembaga sebesar 89,99 persen dari total nilai ekspor NTB sebesar USD 56,41 juta, yakni sebesar USD 35,16 juta.
“Jadi bedakan hasil industri dan hasil tambang, ini adalah murni dari PT AMIN bukan PT Amman, cukup besar tembaga yang diekspor,” ujarnya.
Tembaga yang dikirim itu, kata Wahyudin dalam berbagai ukuran dengan tujuan pengirimannya ke Tiongkok, Taiwan dan Thailand.
Tembaga tersebut diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak, bukan pelabuhan NTB.
“Jadi dibawa ke Tanjung Perak dulu di Surabaya baru dikirim ke luar negeri,” katanya.
Selain tembaga, NTB juga mengekspor ikan dan udang senilai USD 1,62 juta. Komoditas ini dikirimkan ke Amerika, Kanada, Tiongkok dan lainnya dari Tanjung Perak, Tanjung Priok dan BIZAM.
“Yang diekspor berupa udang kaki putih, kemudian ada juga gurita, daging ikan yang sudah dibekukan dan ubur-ubur dan fillet tuna beku,” jelasnya.
Selanjutnya, NTB mengekspor komoditas perhiasan dan permata berupa mutiara budi daya senilai USD 1,58 juta.
Komoditas ini dikirimkan ke Australia, Hongkong, Jepang, dan lainnya, melalui Bandara Soetta dan Ngurah Rai.
Komoditas daging dan ikan olahan senilai USD 407.745.
Komoditas ini dikirimkan ke Amerika Serikat dan Singapura melalui Tanjung Perak, Soetta, dan BIZAM.
Barang yang dikirim berupa udang diawetkan berukuran agak besar, ikan sarden dan kerang yang diolah, bulu babi dan gurita.
“Yang paling banyak konsumsi ini adalah Amerika dan Singapura, memang cuma dua itu yang kita kirim daging dan ikan olahan ini,” katanya.
Kemudian komoditas garam, belerang, dan kapur senilai USD 156.982.
Komoditas yang dikirimkan berupa batu apung ke Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, dan lainnya melalui Tanjung Perak.
Komoditas mesin dan peralatan listrik senilai USD 84.375 ke India melalui bandara Soetta.
“Kita bukan penghasil, jadi kita pernah impor tapi ada kelebihan, kemudian diekspor kembali ke India. Karena jumlahnya kecil makanya melalui bandara,” jelasnya.
“Untuk komoditas lainnya yang diekspor NTB ke berbagai negara senilai USD 103.268,” tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam